Emas Bertahan Di Dekat 3 Minggu Tertinggi

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Emas bertahan di dekat tiga minggu tertinggi karena data ekonomi AS yang lemah meredam prospek untuk peningkatan suku bunga bulan ini oleh Federal Reserve.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan di $ 1,346.25 per ons pada pukul 09:27 pagi di Singapura, menurut Bloomberg. Logam menyentuh level $ 1,352.74 pada hari Rabu kemarin, yang merupakan level intraday tertinggi sejak 19 Agustus.

Emas menuju kenaikan tahunan pertama dalam empat tahun terakhir karena permintaan telah melonjak untuk aset haven menyusul keraguan The Fed menaikkan biaya pinjaman dan hasil pemilu Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Data AS yang lebih lemah, termasuk penurunan indeks layanan pada hari Selasa ke posisi terendah enam tahun, yang meredupkan prospek untuk kenaikan suku bunga.

Perhatian investor sekarang tertuju pada Bank Sentral Eropa, yang akan meninjau kebijakan pada hari Kamis dan diperkirakan akan mempertahankan langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya karena Presiden Mario Draghi menjabarkan proyeksi pertumbuhan dan inflasi baru untuk kawasan Eropa.( Bloomberg)

Sesi Eropa – Emas Mendaki ke Tertinggi 2-1/2 Minggu, Bunga Fed Ditahan

 

Harga emas menambah keuntungan semalam yang kuat selama sesi Eropa pada hari Rabu, menyentuh level tertinggi lebih dari dua pekan setelah data sektor jasa AS secara mengejutkan melemah diperkuat oleh ekspektasi Federal Reserve akan menunda menaikkan suku bunga pada bulan September.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York naik ke puncak harian $1,357.60 per troy ounce, tertinggi sejak 18 Agustus. Harga terakhir berada di $1,355.35 pukul 14.10 WIB, naik $1,30, atau 0,1%.

Sehari sebelumnya, logam kuning melonjak $27,30, atau 2,06%, setelah data menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa AS berekspansi ke level terlemah sejak Februari 2010.

Institute of Supply Management (ISM) mengatakan indeks manajer pembelian non-manufaktur jatuh ke 51,4 bulan lalu dari 55,5 pada bulan Juli. Para analis telah memperkirakan indeks turun menjadi 55,0.

Hal itu mengikuti laporan pekerjaam AS yang lemah pekan lalu serta survei manufaktur ISM, yang menunjukkan kontraksi mengejutkan dalam aktivitas.

Rangkaian terbaru dari semua data yang mengecewakan itu menghapus pembicaraan tentang kenaikan suku bunga dari Federal Reserve pada pertemuan kebijakan di akhir bulan ini.

Berdasarkan Perangkat Monitor Suku Bunga Fed Investing.com, investor menghargai kesempatan 21% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed 20-21 September nanti. Untuk bulan Desember, kemungkinan mencapai sekitar 50%.

Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan bertahap tingkat suku bunga yang lebih tinggi dipandang kurang mengancam harga emas daripada serangkaian peningkatan yang cepat.

Prospek kenaikan suku bunga jangka pendek yang berkurang, membuat dolar secara luas tertekan lebih rendah. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 94,84 Rabu, setelah jatuh ke level terendah satu minggu di 94,68.

Pelemahan dolar biasanya menguntungkan emas, karena meningkatkan daya tarik logam kuning sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. ( http://id.investing.com )

 

RIFANFINANCINDO