Emas ‘Berkilau’ Sambut Kejatuhan Pasar Saham Global

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas global diperdagangkan mendekati level tertinggi tujuh mingguan, karena investor melarikan dana mereka ke logam safe haven, di tengah merosotnya pasar saham global, kekhawatiran atas perekonomian China dan ketegangan geopolitik.

Pasar saham di seluruh dunia jatuh ke level terendah dalam hampir tiga bulanan, karena langkah China melemahkan mata uang mereka, memicu kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Selain itu, harga minyak mentah Brent mencapai tingkat terendah sejak 2004.

Selain itu, langkah Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2016, karena lemahnya kinerja ekonomi di pasar utama negara berkembang, juga memberikan dampak pada pergerakan emas.

Melansir Reuters, Kamis (7/1/2016), emas jenis Spot ditutup di USD1.092,90 per troy ounce, tidak jauh dari level tertinggi sejak 16 November di kisaran USD1.095,30 per troy ons. Emas diuntungkan dari sentimen risk-averse di pasar, bersama dengan aset haven lainnya seperti yen Jepang dan US Treasuries.

Emas sering dianggap sebagai alternatif investasi, jika ada ketidakpastian geopolitik dan keuangan. Bullion juga didukung oleh dolar yang melemah, setelah kebijakan Federal Reserve pada Desember, ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa emas yang didukung terbesar di dunia, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh 0,22 persen menjadi 640,97 ton, mendekati level terendah tujuh tahunan.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com