Emas Berjangka Bukukan Level Tertinggi

PT RIFAN FINANCINDO – Emas berjangka pada hari Rabu membukukan sesi kenaikan ketiga berturut-turut untuk menyelesaikan pada lebih dari dua pekan terakhir, karena dolar AS terus menurun dari level tertingginya yang dicapai di awal bulan ini terseret oleh penurunan bulanan perumahan domestik.

Emas Desember naik $ 7, atau 0,6%, untuk menetap di level $ 1,269.90 per ons. Penutupan yang tertinggi sejak 3 Oktober, menurut data FactSet. Perak Desember Sementara itu, naik sebesar 2,5 sen, atau 0,1%, ke level $ 17,663 per ons setelah turun ke terendah dari level $ 17,57.

Pada perdagangan dana yang diperdagangkan di bursa terkait, SPDR Gold Trust naik 0,5%, sedangkan VanEck Vektor Gold Miners ETF naik 2,6%.(MarketWatch)

 

Stok Turun, Minyak Mentah Jatuh dalam Aksi Profit Taking

Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) melemah.

Mengutip Antara, Kamis 20 Oktober, kontrak emas yang paling aktif untuk permintaan Desember naik sebanyak USD7 atau 0,55 persen menjadi menetap di USD1.269,9 per ounce. Indeks dolar AS menguat 0,05 persen menjadi 97,93 pada pukul 18.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas mendapat dukungan setelah data housing starts (rumah yang baru dibangun) dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan pelemahan sebesar 9,0 persen ke tingkat tahunan 1,047 juta, lebih buruk dari perkiraan dan lebih rendah dari akhir yang terendah kisaran konsensus.

Para analis mencatat bahwa bangunan rumah di Amerika Serikat berada pada tingkat paling murah dalam 18-bulan, dan laporan ini mengirim para pemilik modal ke aset safe haven logam mulia. Meskipun terjadi pelemahan dalam data ekonomi AS, laba dari logam mulia dibatasi oleh dolar AS dan pasar ekuitas AS yang lebih kuat.

Emas dan dolar biasanya bergerak saling berlawanan, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 66 poin atau 0,36 persen pada pukul 18.45 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya menguat,  karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka biasanya logam mulia akan turun.

Menurut alat Fedwatch CME Group, kemungkinan tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada tujuh persen untuk pertemuan November 2016, dan 65 persen pada pertemuan Desember 2016.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka biasanya logam mulia akan turun.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada tujuh persen untuk pertemuan November 2016, dan 65 persen pada pertemuan Desember 2016. (ekonomi.metrotvnews.com)