Emas Berjangka Bersiap Catat Penurunan Beruntun Terpanjang Sejak 2008

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas berjangka memperpanjang penurunan untuk hari kesembilan menuju kemerosotan terpanjang sejak runtuhnya Lehman Brothers Holdings Inc seiring jatuhnya kepemilikan emas ETF ke level terendah dalam hampir tujuh tahun terakhir.

Emas Berjangka untuk pengiriman Agustus di Comex di New York turun sebanyak 1 persen ke level $1,095.90 per ons dan ditransaksikan pada level $1,102.90 pukul 9:21 di Singapura. Hari kesembilan kerugian akan menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak 11 September 2008 lalu, empat hari sebelum Lehman mengajukan kebangkrutan. Emas berjangka merosot ke level $1,080 pada hari Senin, harga terendah sejak Februari 2010 lalu.

The Federal Reserve segera menaikkan biaya pinjaman tahun ini seiring membaiknya perekonomian AS, penguatan dolar dan mengurangi permintaan emas, yang umumnya menawarkan keuntungan hanya melalui kenaikan harga. Kepemilikan emas ETF turun pada hari Senin ke level terendah sejak 19 September 2008 lalu, sementara manajer uang memegang reksadana terkecil net-bullish berspekulasi pada emas karena data pemerintah AS dimulai pada tahun 2006 lalu.

Emas merosot tajam dalam dua tahun terakhir selama 15 menit di awal perdagangan Asia, Senin, memicu kerugian pada komoditas lain dan ekuitas terkait. Indeks Bloomberg Komoditas merosot ke level terendah dalam 13-tahun terakhir seiring harga minyak hingga tembaga anjlok. Saham Newcrest Mining Ltd, produsen tembaga terbesar Australia, merosot 3,8 persen pada Selasa, memperpanjang penurunan 10 persen sehari sebelumnya di Sydney.

Spot emas ditransaksikan pada level $1,100.35 per ons dari level $1,096.50 Senin, ketika logam merosot ke level terendah sejak Maret 2010 lalu, menurut harga generik Bloomberg.

Spot perak ditransaksikan pada level $14,7436 per ons dari level $14,7055, setelah turun pada Senin kemarin ke level terendah tahun ini. Platinum turun sebesar 0,3 persen ke level $975,22 per ons pasca jatuh ke level terendah sejak 2009 lalu, Senin kemarin, mencatat penurunan untuk hari keenam, terpanjang sejak Maret lalu. Palladium turun 0,2 persen ke level $605,03 per ons. (izr)

Sumber: Bloomberg