Emas Berada Di Dekat 3 Minggu Tertinggi

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Emas bertahan di dekat tiga minggu tinggi karena pelemahan data ekonomi AS meredam prospek untuk kenaikan suku bunga dalam bulan ini oleh Federal Reserve.

Bullion untuk pengiriman segera naik 0,2 persen menjadi $ 1,347.55 per ons pada pukul 15:11 sore di Singapura, menurut Bloomberg. Logam telah menyentuh $ 1,352.74 pada hari Rabu, level intraday tertinggi sejak 19 Agustus lalu.

Emas menuju kenaikan tahunan pertama dalam empat tahun terakhir karena permintaan telah melonjak untuk aset haven menyusul keraguan The Fed menaikkan biaya pinjaman dan hasil pemilu Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Data AS yang lebih lemah, termasuk penurunan indeks layanan pada hari Selasa ke posisi terendah enam tahun, yang meredupkan prospek untuk kenaikan suku bunga.

Perhatian investor sekarang tertuju pada Bank Sentral Eropa, yang akan meninjau kebijakan pada hari Kamis dan diperkirakan akan mempertahankan langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya karena Presiden Mario Draghi menjabarkan proyeksi pertumbuhan dan inflasi baru untuk kawasan Eropa.

Ekonomi AS tumbuh pada kecepatan moderat pada bulan Juli dan Agustus karena pasar tenaga kerja yang kuat gagal untuk menempatkan banyak tekanan ke atas pada upah dan harga, menurut Rilis Beige Book terbaru The Fed yang diterbitkan hari Rabu.

Kepemilikan dalam ETF berbasis emas turun 0,9 metrik ton ke 2,030.1 ton pada hari Rabu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Di China, bullion dengan kemurnian 99,99 persen sedikit berubah di 289,33 yuan per gram ($ 1,349.67 per ons) dari Shanghai Gold Exchange.

Di Shanghai Futures Exchange, emas untuk pengiriman Desember turun 0,2 persen menjadi 290,25 yuan per gram, sementara perak turun 0,1 persen menjadi 4.410 yuan per kilogram. Spot perak naik 0,5 persen.(Bloomberg)

 

Potensi bullish harga emas kian terlihat

 

Posisi harga si kuning emas yang masih kinclong mendekati level tertingginya dalam tiga pekan terakhir. Mengutip Bloomberg, Kamis (8/9) pukul 12.55 WIB harga emas kontrak pengiriman Desember 2016 di Commodity Exchange terangkat 0,15% di level US$ 1.351,20 per ons troi dibanding hari sebelumnya.

Dukungan kenaikan bagi harga emas datang dari permintaan emas untuk safe haven yang melesat tajam. Perhatian pelaku pasar terhadap emas semakin tinggi setelah keraguan pasar akan peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga mengingat data sektor tenaga kerjanya yang ambruk. Bahkan terbaru data index jasa AS pun turun ke terendahnya dalam enam tahun terakhir.

Saat ini katalis positif kembali membalut harga emas dengan kehati-hatian pasar menyikapi rapat pertemuan European Central Bank yang akan digelar malam nanti. Diprediksi Mario Draghi, Gubernur ECB akan mempertahankan kebijakan stimulusnya untuk terus mengejar target pertumbuhan ekonomi dan inflasi Eropa.

?Peluang harga emas untuk naik terus masih terbuka karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang diprediksi tertunda dan potensi ECB terus gelontorkan stimulus,? jelas Barnabas Gan, Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp, seperti dikutip dari Bloomberg.

Dari rilis Fed Fund Futures diketahui probabilitas kenaikan suku bunga The Fed September 2016 turun hanya menjadi 22% dari sebelumnya mencapai 34% di awal bulan lalu.

Sedangkan peluang di Desember 2016 menyentuh level 52%. Menurut RBC Capital Markets, jika nantinya suku bunga AS naik 25 basis poin pun tahun ini, tetap saja harga emas masih akan dibalut tren bullish. ( http://investasi.kontan.co.id )

 

PT RIFAN FINANCINDO