Eksportir Angkat Saham Jepang, Yen Melemah

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Jepang naik, didorong oleh saham eksportir seiring yen menuju penurunan beruntun terpanjangnya terhadap dolar sejak Agustus setelah data pabrik AS yang mengalahkan perkiraan menambahkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Indeks Topix diperdagangkan 0,3 persen lebih tinggi di level 1,334.99 pada pukul 09:04 pagi waktu Tokyo. Nikkei 225 naik 0,4% ke level 16,670.34. Yen jatuh untuk hari keenam, melemah 0,2 persen ke level 101,82, setelah sebuah laporan menunjukkan manufaktur berekspansi pada bulan September sehingga memicu kepercayaan dalam pemulihan yang merupakan kunci untuk menentukan jalan bagi Fed untuk suku bunga yang lebih tinggi. Reli dua hari di Topix terjadi setelah penurunan 2 persen pekan lalu menyusul kekhawatiran atas masalah keuangan Deutsche Bank AG membebani pasar saham global.

Kontrak pada Indeks S & P 500 naik 0,1 persen setelah indeks acuan ekuitas ini turun 0,3 persen pada hari Senin. Data terakhir menunjukkan indeks Institute for Supply Management naik menjadi 51,5 dari 49,4 bulan Agustus, yang merupakan pembacaan yang menandai kontraksi pertama dalam enam bulan. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan. Pedagang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Desember menjadi 61 persen, naik dari 51 persen minggu lalu, setelah Fed menahan diri untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di bulan September. (Bloomberg)

Wall Street mengalami koreksi sehat tadi malam

NEW YORK. Bursa AS ditutup di zona merah pada awal pekan kemarin (3/10). Berdasarkan data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,3% atau 54,30 poin menjadi 18.253,85. Saham yang mencatatkan penurunan terdalam adalah Travelers Companies. Sedangkan saham dengan kenaikan tertinggi yakni saham DuPont.

Adapun indeks S&P 500 turun 7,07 poin atau 0,33% menjadi 2.161,20. Sektor real estate menorehkan penurunan terbesar di antara delapan sektor lainnya. Di sisi lain, sektor telekomunikasi merupakan sektor dengan kenaikan terbesar.

Indeks Nasdaq turun 11,13 poin atau 0,21% menjadi 5.300,87.

Penurunan bursa AS seiring langkah investor yang mengawasi data ekonomi AS. Sekadar informasi, September Markit Manufacturing PMI berada di level 51,5, level terendah dalam tiga bulan terakhir.

“Data manufaktur AS memberikan sinyal adanya kenaikan yang moderate baik di bagian volume produksi dan lapangan kerja baru di sepanjang September. Namun survei teranyar menunjukkan hilangnya momentum pertumbuhan dari posisi tertinggi Juli,” papar Markit.

Selain itu, pelaku pasar juga terus mengamati pergerakan harga minyak dunia. Asal tahu saja, harga minyak mengalami kenaikan pada transaksi tadi malam dengan melonjak 1,2% menjadi US$ 48,81 per barel.

“Saya rasa market masih mencari inspirasi saat ini. Belum ada satu pun kabar yang dapat mendorong market. Terjadinya koreksi tidak terlalu mengejutkan dan ini termasuk koreksi sehat,” papar Bruce McCain, chief investment strategist Key Private Bank.

( http://investasi.kontan.co.id )

PT RIFAN FINANCINDO