Ekspor Melonjak, Neraca Perdagangan Zona Eropa Surplus

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Neraca perdagangan Zona Eropa bulan September mencatatkan surplus akibat melonjaknya ekspor, sebuah indikasi bahwa melemahnya euro akan menjadi mata uang penyelamat zona Eropa mengingat permintaan domestik masih melemah.

Badan statistic Zona Eropa pada Jumat lalu menyatakan bahwa perekonomian Zona Eropa kuartal ketiga tumbuh pada laju tahunan sebesar 0.6%, kenaikan yang tipis dari kuartal kedua, dengan ekonoimi Perancis dan Jerman kembali tumbuh.

Angka yang dirilis oleh Eurostat pada Senin ini mengisyaratkan bahwa ekspor diperkirakan akan mendorong aktifitas diakhir kuartal ini, denhan Zona Eropa mencatatkan rekord surplus pada neraca perdagangannya di sektor barang dengan negara lain sebesar 18.5 miliar euro ($23.17 miliar), naik dari EUR10.8 miliar di bulan yang sama pada 2013 lalu.

Rekor angka kenaikan bulan September sebesar 4.2% pada ekspor yang melampaui 3.0% pada impor. Ekspor telah mengalami perubahan yang signifikan di akhir bulan-bulan ini, akan tetapi kenaikan tajam tersebut mencerminkan dorongan dari pelemahan mata uang yang menyebabkan barang-barang manufaktur di Zona Eropa lebuh murah di pasar dunia.

Kenaikan ekspor selama September ditopang oleh beberapa negara. Jerman memimpin kenaikan sebesar 7.9%, sementara Perancis mencatatkan rekor kenaikan 4.0% dan Itali naik 6.8%.

Kenaikan tersebut juga terjadi meski berlanjutnya penurunan pada ekspor ke Russia, mencerminkan ketegangan diantara negara itu dan Uni Eropa terkait masa depan Ukraina yang telah memicu perdagangan timbal balik dan sanksi finansial.

Eurostat menyatakan bahwa selama bulan ke-8 hingga Agustus?bulan terakhir ini untuk angka transaksi perdagangan yang telah tercatat?ekspor Zona Eropa ke Russia turun 15% dari periode yang sama di 2013 lalu, sementara impor dari Russia turun 8%, hasil tersebut mencatatkan kenaikan tipis pada surplus neraca perdagangan Russia terhadap mata uangnya.

Penurunan pada neraca perdagangan tersebut bukan akibat sanksi-sanksi, sejak berlakunya sanksi sebelum sanksi pertama diumumkan. Memang penurunan pada ekspor secara besar berasal dari pelambatan ekonomi Russia pada 2013 dan selama 2014 ini. (bgs)

Sumber : MarketWatch