Ekonomi Jepang Memburuk dari perkiraan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Ekonomi Jepang mengecil 1,8% di periode April-Juni, lebih buruk dari perkiraan sehingga muncul semakin banyak pertanyaan tentang kebijakan ekonomi pemerintah.

Data resmi memastikan negara dengan perekonomian ketiga terbesar dunia menderita kontraksi kuartal tertajam sejak bencana gempa 2011.

Secara tahunan ini berarti Produk Domestik Bruto turun 7,1%.

Penurunan disebabkan diterapkannya pajak penjualan konsumen di bulan April dengan kenaikan lanjutan dijadwalkan diterapkan pada tahun 2015.

Dikeluarkannya data resmi perbaikan pada hari Senin 8 September diikuti perkiraan PDB pendahuluan yang menyebutkan kontraksi kuartal kedua sebesar 1,7% dengan tingkat tahunan sebesar 6,8%.

Pada kuartal pertama 2014, ekonomi tumbuh sebesar 1,5%.

Faktor terbesar satu-satunya di balik kontraksi pada kuartal kedua diperkirakan adalah peningkatan pajak penjualan negara di bulan April, dari 5% menjadi 8%.

Sekarang muncul desakan terhadap Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menunda peningkatan lanjutan tahun depan, sementara bank sentral kembali menghadapi desakan untuk memperluas program stimulus.

Konsumsi perseorangan mewakili sekitar 60% dari kegiatan ekonomi Jepang.

Angka pembelanjaan eceran memperlihatkan konsumen Jepang meningkatkan pembelanjaan pada kuartal pertama, sebelum peningkatan pajak penjualan berlaku bulan April.

Sumber : BBC