Ekonomi Indonesia Bisa Capai Angka 5%

2462686208RIFAN FINANCINDO – Pemerintah dan ekonom memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 ini bisa mencapai angka 5 persen. Ekonom Institute for Development of Economics anda Finance (Indef) Bhina Yudishtira mengatakan, pertumbuhan tersebut bisa tercapai asal dengan beberapa persyaratan.

“Kita bisa tumbuh tapi dengan beberapa persyaratan. Namanya optimisme itu kan juga harus ada kebijakannya nih. Harus ada persyaratannya,” ujarnya dalam webinar Indonesia Bangkit 2021 yang disiarkan secara virtual, Rabu (7/4/2021).

Bhima menilai kebijakan-kebijakan yang dimiliki oleh pemerintah sudah berjalan dengan sangat baik. Dia bilang apabila kebijakan ini terus dilanjutkan, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang juga semakin membaik lagi.

“Seperti kebijakan PEN, insentif pajak untuk para pengusaha ini baik sekali dan kita perlu apresiasi,” ucapnya.

Walaupun begitu, lanjut Bhima, ada yang menjadi game changer yang harus bisa dilewati atau dipertahankan oleh Indonesia. Pertama adalah adanya rebound ekspor yang membuat harga komoditas ekspor Indonesia yang cukup naik signifikan.

Bhima mengatakan, kenaikan ekspor ini dipicu oleh China dan AS, di mana permintaan akan barang baku atau barang jadi yang meningkat.

“Dua negara ini cukup memberikan kontribusi ekspor yang baik bagi Indonesia. Ekspor Indonesia ke AS langsung 10 persen porsinya dan China lebih dari 13-15 persen porsinya. Jadi kalau digabungkan dua raksasa ini ikut membantu pertumbuhan ekspor kita,” jelasnya.

Lalu yang kedua adalah terkait digitalisasi ekonomi. Diakui Bhima, memang belum semua sektor di Indonesia sudah memanfaatkan digitalisasi karena beberapa faktor.

Seperti e-commerce yang berkaitan dengan jasa transportasi pariwisata turun, tetapi e-commerce yang berkaitan dengan pesan antar makanan dan minuman yang meningkat.

Oleh sebab itu, ditegaskan Bhima sudah seharusnya semua sektor yang ada di Tanah Air bisa memanfaatkan digitalisasi agar bisa kembali bertumbuh.

Bima mencontohkan seperti restoran misalnya, apabila para pengusaha restoran tidak memanfaatkan digitalisasi atau tidak mau bergabung ke jasa transportasi pengantaran makanan, mereka akan cepat mati usahanya.

“Jadi memang sudah seharusnya memanfaatkan ruang digitalisasi dan dua hal ini yang menjadi game changer kita,” kata Bhima.

 

Sumber : kompas

Leave a Reply