Ekonomi Indonesia Akan Membaik

bank-indonesiaRIFAN FINANCINDO – Bank Indonesia (BI) melihat bahwa di tengah ekonomi global yang memburuk, kinerja ekonomi Indonesia pada 2019 cukup baik.

Dikutip dari Laporan Akuntabilitas Awal Tahun 2020 Bank Indonesia, Jumat (31/1/2020), stabilitas ekonomi nasional terjaga, momentum pertumbuhan berlanjut. Ekonomi diperkirakan tumbuh sekitar 5,1 persen ditopang konsumsi rumah tangga yang stabil dan investasi bangunan yang cukup baik di tengah tertekannya ekspor.

Sedangkan untuk Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menunjukkan tetap terjaganya ketahanan eksternal, tercermin pada NPI triwulan III 2019 yang menunjukkan keseimbangan. Defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap terkendali sekitar 2,7% PDB pada 2019.

Sejalan dengan kinerja NPI yang tetap baik, nilai tukar rupiah menguat 3,58 persen pada 2019 didukung oleh aliran masuk modal asing yang berlanjut, bekerjanya mekanisme pasar, serta kredibilitas kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah.

Stabilnya nilai tukar rupiah, ketersediaan pasokan, terkendalinya ekspektasi inflasi, serta eratnya koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah mampu menjaga inflasi yang rendah pada 2,72 persen pada 2019 terkendali dalam kisaran sasarannya 3,5+1 persen, menandai tercapainya sasaran inflasi selama 5 tahun secara berturut-turut.

Sementara itu, stabilitas sistem keuangan terjaga meski fungsi intermediasi perbankan perlu mendapat perhatian akibat belum kuatnya permintaan kredit sejalan dengan korporasi yang sedang melakukan konsolidasi. Kelancaran sistem pembayaran, baik tunai maupun nontunai, tetap terjaga.

Pertumbuhan Uang Elektronik (UE) meningkat pesat, seiring dengan preferensi masyarakat yang tinggi atas pembayaran digital, serta perluasan elektronifikasi penyaluran bansos, transportasi, dan transaksi keuangan pemerintah daerah.

Membaik di 2020

BI melihat, kinerja ekonomi Indonesia akan terus membaik pada 2020 dan semakin tinggi dalam jangka menengah. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh meningkat menjadi 5,1-5,5 persen ditopang oleh bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan akan terkendali dalam kisaran 2,5 persen-3 persen PDB dengan surplus transaksi modal dan finansial yang tetap besar sehingga mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Sejalan dengan itu, inflasi tetap akan terjaga dalam kisaran sasaran yang ditetapkan lebih rendah, yakni 3,0+1 persen. Stabilitas sistem keuangan juga akan tetap terjaga dengan fungsi intermediasi yang membaik.

Pertumbuhan kredit dan DPK akan meningkat masingmasing menjadi 10-12 persen dan 8-10 persen. Dalam jangka menengah, perbaikan ekonomi Indonesia akan meningkat lebih tinggi didukung oleh implementasi reformasi struktural yang konsisten dan terarah sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas perekonomian ke depan.

Pada 2024, ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh 5,5-6,1 persen dengan defisit transaksi berjalan menurun menjadi 2,3-2,8 persen PDB dan inflasi tetap terjaga rendah dalam kisaran 2-4 persen.

 

Sumber : liputan6