Ekonomi China Tumbuh Melebihi Estimasi Sebesar 7.3% pada Q3

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pertumbuhan ekonomi China mengalahkan perkiraan analis karena pemerintah mengurangi pembatasan properti dan mempercepat pengeluaran.

Produk domestik bruto (PDB) naik sebesar 7,3 persen pada periode Juli-September (kuartal ketiga) dari tahun sebelumnya, kata biro statistik hari ini di Beijing, dibandingkan dengan estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap analis yaitu sebesar 7,2 persen. Produksi industri September juga melebihi proyeksi.

Para pemimpin China telah melonggarkan batas pembelian rumah dan bank sentral telah meninjeksi dana untuk ban-bank kreditur untuk mencegah penurunan sektor properti. Pemerintah telah memberikan sinyalemen akan mentolerir kecepatan ekspansi lebih lambat dan menahan diri dari stimulus berbasis luas, China keluar dari laju pertumbuhan paling lambat setahun penuh sejak tahun 1990 lalu, berdasarkan perkiraan oleh analis Bloomberg yang disurvei.

Produksi industri naik sebesar 8 persen pada September dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 7,5 persen perkiraan median analis dan Agustus ini sebesar 6,9 persen, yang merupakan terendah dalam lebih dari lima tahun terakhir. Penjualan ritel meningkat sebesar 11,6 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan sebesar 11,7 persen dilihat oleh para ekonom dan Agustus sebesar 11,9 persen.?(izr)

Sumber: Bloomberg