ECB Terlihat Menahan Diri Untuk Menambah Stimulus, Euro Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Euro naik untuk hari kedua di tengah spekulasi bahwa pejabat Bank Sentral Eropa akan menahan diri dari mengumumkan stimulus moneter tambahan.

Mata uang tunggal tersebut naik ke level terkuat dalam lebih dari satu minggu terhadap dolar. Bank sentral sudah meningkatkan stimulus di awal tahun ini dalam upaya untuk menghidupkan kembali pertumbuhan dan inflasi di wilayah tersebut. Presiden ECB, Mario Draghi pada hari Kamis akan mengungkap perkiraan ekonomi dan harga pertumbuhan terbaru pada konferensi pers di Wina setelah pengumuman kebijakan.

Mata uang 19-negara telah menemukan dukungan bahkan setelah data minggu ini menunjukkan bahwa harga konsumen gagal menguat selama empat bulan berturut-turut dan aktivitas manufaktur berada didekat stagnasi. Tak satu pun dari ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan perubahan kebijakan moneter.

Euro naik 0,2 persen menjadi $ 1,1210 pada pukul 09:59 pagi waktu London, dan sebelumnya naik ke $ 1,1220, tertinggi sejak 24 Mei menguat terhadap 12 dari 16 mata uang utama.

Draghi mengatakan pada pertemuan sebelumnya di bulan April bahwa pejabat yang berfokus pada pelaksanaan kebijakan yang diumumkan pada bulan Maret, termasuk program pembelian obligasi perusahaan yang dimulai bulan ini. Minggu lalu Wakil Presiden ECB, Vitor Constancio mengatakan dia yakin inflasi akan kembali di dekat target dua tahun bank sentral mulai dari sekarang