Dudley Fed: Peluang Kenaikan Tahun Ini, Harga Emas Melemah

Rifan financindo. Emas merosot di sesi perdagangan Asia, Rabu (17/8), setelah investor mengolah komentar ketua Fed New York tentang ruang kenaikan tingkat suku bunga di tahun ini cukup bahkan setelah harga data menunjukkan tren yang stabil.

Di divisi Comex Bursa Perdagangan New York, emas untuk pengiriman Desember berkurang 0,40% menjadi $1,351.45 per troy ounce.

Perak untuk pengiriman September melemah 0,06% ke $19,862 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman September naik 0,09% ke $2,172 per pon.

Semalam, emas bergerak naik, tetap di dekat tertinggi 28 bulan, akibat pembuat kebijakan penting Federal Reserve mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga jangka pendek bisa menjadi mungkin terjadi bahkan setelah tekanan inflasi yang tetap ringan.

Pada Selasa malam, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan Indeks Harga Konsumen tetap datar pada bulan Juli, sejalan dengan perkiraan konsensus, sedikit jatuh kembali dari keuntungan bulanan 0,2% pada bulan Juni. Pada basis tahunan, inflasi konsumen naik 0,8% dari 12 bulan sebelumnya, juga melambat dari kenaikan tahunan bulan Juni sebesar 1,0%. Hal itu datang akibat harga pangan yang tetap datar dan transportasi yang mengalami kontraksi sedikit, diimbangi oleh penguatan di medis dan harga perumahan.

Pada saat yang sama, CPI Inti, kecuali harga pangan dan energi yang volatil, naik 0,1% pada bulan Juli, sedikit di bawah ekspektasi analis untuk kenaikan 0,2%. Inflasi Inti meningkat sebesar 2,2% pada basis tahun-ke tahun, juga melambat dari kenaikan tahunan bulan Juni sebesar 2,3%. Untuk bulan ini, harga energi stabil menurun 1,6%. Meskipun tanda-tanda yang kuat dari inflasi pada awal tahun ini, target jangka panjang Fed terhadap inflasi masih tetap di bawah tujuan yang ditargetkannya.

Juga pada hari Selasa, Presiden Fed New York William Dudley mengejutkan pasar dengan komentar optimis hawkish bahwa bank sentral AS kemungkinan bisa mengangkat suku bunga sebelum akhir tahun. Berbicara secara eksklusif dengan Fox Business, Dudley mengatakan Fed “semakin dekat” ke titik yang “akan sesuai” untuk benar-benar menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Mengikuti kenaikan suku bunga bersejarah Desember lalu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah mempertahankan berbagai target suku bunga acuan di level saat ini antara 0,25 dan 0,50% di masing-masing lima pertemuan pertamanya tahun ini.

Kemungkinan kenaikan suku bunga September dari perangkat FedWatch CME Group (NASDAQ:NASDAQ:CME) dua kali lipat menjadi 18% menyusul komentar Dudley dari sekitar 9% selama sesi sebelumnya. Selain itu, CME Group menempatkan kemungkinan kenaikan suku bunga Desember di 55,1%, naik dari sekitar 41,9% di sesi Senin. Setiap kenaikan suku bunga oleh Fed tahun ini dipandang sebagai pesimis bearish untuk emas, yang berjuang bersaing dengan aset imbal hasil tinggi di situasi kenaikan suku bunga.

Sumber: investing.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA