Dua Peran Dalam Satu Produk

1807125ThinkstockPhotos-179537236-asuransi-resized780x390RIFAN FINANCINDO – Tahukah kamu bahwa asuransi bisa jadi bukan hanya berperan sebagai produk proteksi tetapi juga bisa memiliki peran sebagai produk investasi? Kedua peran ini terdapat pada jenis asuransi unit link.

Asuransi pada umumnya dibagi menjadi dua, yaitu asuransi tradisional dan modern.

Asuransi tradisional umumnya hanya menawarkan perlindungan saja, seperti asuransi berjangka (term insurance), asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance), dan asuransi dwiguna (endowment insurance).

Sementara asuransi modern menawarkan lebih dari sekedar proteksi. Contoh asuransi modern adalah asuransi unit link yang mengaitkan (link) antara investasi dan asuransi.

Bagaimana Cara Kerja Asuransi Unit Link?

Dilansir dari Finansialku.com, cara kerja asuransi unit link adalah premi yang dibayarkan akan masuk ke instrumen investasi dan menghasilkan nilai polis. Nilai polis tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk membiayai biaya asuransi dan saldonya bisa digunakan kembali untuk investasi.

Berdasarkan peraturan yang berlaku, uang yang dimiliki oleh nasabah pada asuransi unit link dapat diinvestasikan oleh perusahaan asuransi tersebut di sejumlah instrumen. Beberapa instrumen tersebut adalah saham, obligasi, campuran, atau pasar uang.

Perlu dicatat bahwa dalam berinvestasi pasti selalu ada tiga kemungkinan, yaitu investasi meningkat (positif), tetap, atau menurun (negatif). Maka akan terjadi dua skema dalam asuransi unit link:

1. Jika hasil investasi atau nilai polis bernilai positif, maka saldo yang dimiliki dapat digunakan untuk memenuhi tujuan keuangan atau membayar asuransi pada periode selanjutnya

2. Jika hasil investasi atau nilai polis bernilai negatif, maka nasabah diminta untuk melakukan penambahan biaya (top up) di luar premi yang rutin dibayar.

Apakah Asuransi Unit Link Beresiko?

Sebelum memilih untuk menggunakan layanan asuransi ini tentu kita harus benar-benar memahami baik dan buruknya. Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, asuransi unit link memiliki kelebihan karena bisa memberikan fungsi proteksi dan investasi.

Namun, calon nasabah harus mengetahui juga beberapa kelemahan dari asuransi ini. Sebagai salah satu produk investasi tentu saja bukan berarti asuransi unit link dapat dianggap bebas risiko.

Selain itu, asuransi ini juga memiliki kekurangan di mana nasabah akan kesulitan dalam melacak ke mana dana bergerak dan biaya apa saja yang dikeluarkan. Atau dengan kata lain, asuransi unit link kurang memberikan keleluasaan pada nasabah.

Setelah mengetahui cara kerja, kelebihan, dan kekurangan dari asuransi unit link apakah Anda berniat untuk menggunakannya?

Jika demikian, maka pastikan bahwa layanan yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Pada dasarnya produk keuangan seharusnya menyesuaikan kebutuhan atau tujuan keuangan Anda dan jangan sampai Anda yang menyesuaikan produk keuangan.

Sumber : kompas

Leave a Reply