Saham Bank Naik, Dow Jones Cetak Rekor

Hasil gambar untuk dow jonesRIFAN FINANCINDO – Bursa saham di Wall Street AS kembali menguat pada perdagangan Selasa (6/12) karena saham telekomunikasi AT&T dan Verizon melonjak dan saham perbankan melanjutkan penguatan pasca-pemilu, membantu indeks Dow Jones bukukan rekor penutupan tertinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 35,54 poin atau 0,18 persen ke 19.251,78, indeks S&P 500 naik 7,52 poin atau 0,34 persen ke 2.212,23 dan Nasdaq Composite menyumbang 24,11 poin atau 0,45 persen ke 5.333,00.

Seperti dilansir dari Reuters, saham AT&T naik 1,9 persen. Perusahaan menyatakan kinerja prouduk televisi streaming dengan layanan baru DirectTV Now telah jauh melebihi ekspektasi.

Sementara saham Verizon naik 1,2 persen. Operator nirkabel terbesar di AS tersebut menjual 29 pusat data ke Equinix dengan harga US$3,6 miliar.

Sektor keuangan S&P meningkat hampir 1 persen terangkat oleh kenaikan 2,2 persen saham Wells Fargo. Kepala eksekutif bank tersebut mengatakan kepada investor terkait prediksi laba jangka pendek karena peningkatan tajam di tingkat suku bunga. Kenaikan suku bunga acuan juga bakal menguntungkan dalam jangka panjang.

Adapun saham Bank of America, Citigroup dan Goldman Sachs juga berakhir lebih tinggi.

Saham sektor keuangan telah menguat lebih dari 15 persen sejak pemilihan 8 November, dan dilihat sebagai salah satu sektor utama yang terimbas positif kemenangan Donald Trump menjadi presiden dengan rencananya memberikan stimulus ekonomi dan mengurangi pajak serta regulasi perusahaan.

Sementara itu, bank sentral AS (Federal Reserve) secara luas diperkirakan meningkatkan suku bunga minggu depan, menjadi pemicu lain bagi sektor perbankan.

“Sektor keuangan pada umumnya mendapat manfaat dari kondisi bahwa suku bunga rendah akan selesai dan kita akan melihat tingkat suku bunga yang jauh lebih memberikan keuntungan untuk sektor keuangan,” kata Paul Nolte, Manajer Portofolio Kingsview Asset Management di Chicago.

Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services menyatakan, kinerja saham juga mendapatkan dukungan dari data ekonomi positif dan performa perusahaan di indeks S&P 500, yang pada kuartal ketiga lalu mencetak penurunan laba beruntun.

“Sepertinya kita meninggalkan kondisi resesi laba dan telah memasuki periode pertumbuhan laba yang saya pikir dapat mendukung harga saham yang lebih tinggi dari yang kita lihat,” kata Carlson.

Sekitar 7,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS kemarin, di bawah 7,9 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir. ( cnnindonesia.com )

Rifan Financindo