Rifan Financindo ~ Dorongan Sentimen The Fed, Harga Emas Turun

Rifan Financindo

Rifan Financindo

RIFAN FINANCINDO – Harga emas mendapat tekanan pada perdagangan di awal pekan ini didorong ada harapan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserves pada tahun ini.

The Federal Reserves akan mengadakan pertemuan, dan berakhir pada Rabu minggu ini. Diharapkan tidak ada kebijakan ekonomi baru dalam pertemuan tersebut.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun 0,30 persen atau US$ 3,9 menjadi US$ 1.319,50 per ounce. Sedangkan harga perak untuk pengiriman September turun 0,2 persen atau 4,2 sen menjadi US$ 19.647 per ounce.

“Perkembangan paling penting untuk sepekan ketika bank sentral AS merilis pernyataan kebijakan pada Rabu. Investor akan tertarik ingin melihat apa yang bank sentral katakan tentang keluarnya UK dari Eropa, dan panduan apa yang akan menjadi penentu langkah the Fed selanjutnya,” ujar Edward Meir Konsultan Independen INTL FCStone, dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (26/7/2016).

Seperti diketahui, kenaikan suku bunga riil memperkecil kesempatan untuk memegang emas. Lantaran hal itu membuat emas tak menjadi menarik sehingga membuat pemilik modal memutar asetnya ke investasi berisiko seperti saham.

Dalam catatan Analis XTB David Cheetam menyebutkan kalau laporan data kerja yang naik pada Juni 2016, yang juga diikuti oleh data lainnya mendukung kebijakan moneter di AS.

Sementara itu, indeks dolar AS diperdagangkan sedikit lebih kecil. Adapun dolar AS yang menguat dapat menekan harga komoditas.

Selain itu, bursa saham AS tertekan juga memberikan dukungan untuk harga emas. Namun saat ini, menurut Julian Philips pendiri GoldForecaster kalau permintaan fisik emas di AS menjadi pendorong harga emas.

“Dengan resesi mendekat Inggris, dan krisis bank maka kami melihat sentimen lebih banyak untuk mempertahankan kepemilikan emas dan membeli lebih banyak,” kata Philips.( bisnis.liputan6.com )

Harga emas menahan kerugian lebih jauh pada akhir perdagangan hari Selasa dinihari setelah berita positif dari hasil pertemuan negara G-20 memberikan harapan penguatan ekonomi global.

Harga emas sempat melemah setelah berita dari negara ekonomi utama dunia berjanji pada pertemuan G20 akhir pekan lalu, yang didominasi oleh persoalan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, berjanji? menggunakan semua alat kebijakan yang tersedia untuk meningkatkan pertumbuhan. Berita ini mengangkat pasar saham dan dolar di awal sesi.

Namun pelemahan emas tertahan dengan karena pasar saham dan dolar AS melemah jelang pertemuan bank sentral di Amerika Serikat dan Jepang. Pasar saham di Eropa dan AS tertekan pelemahan harga minyak mentah.

Sedangkan Dolar AS turun tipis pada Senin karena investor melihat ke depan untuk pertemuan bank sentral dimana Federal Reserve AS akan melakukan pertemuan dua hari pada Rabu dan Bank of Japan akan bertemu pada hari Jumat.

Harga emas spot turun 0,57 persen pada $ 1,314.44 per ons, sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun $ 3,90 atau 0,29 persen, pada $ 1,319.50, dan terakhir turun 0,67 persen pada $ 1,314.60.

Emas mereda untuk minggu kedua pekan lalu, sebesar 1,2 persen, setelah rally ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada awal Juli setelah pemungutan suara Brexit, yang mendorong permintaan untuk logam sebagai tempat berlindung dari resiko.

Investor mengantisipasi seminggu yang sibuk yang mencakup pertemuan Federal Reserve AS, stress test bank Eropa dan harapan dari stimulus dari Jepang.

Spekulan memotong catatan taruhan bullish mereka pada kontrak emas COMEX untuk minggu kedua berturut-turut, data yang AS menunjukkan pada hari Jumat. ( http://vibiznews.com )

( RIFAN FINANCINDO )

Rifan Financindo