Dolar Turun Jelang Laporan Data Tenaga Kerja AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar melemah di awal bulan April sejak 2011 lalu, menahan laju awalan terbaik mata uang utama dalam setahun di lebih dari satu dekade terakhir.

Indeks mata uang terhadap sejumlah mata uang utama mengalami penurunan pada bulan ini, setelah mengalami kenaikan dalam tiga kuartal berturut-turut yang didorong oleh spekulasi terhadap menurunnya data ekonomi AS guna menjadikan alasan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2006 silam. Laporan pekerjaan hari Rabu kemarin dan meningkatnya data manufaktur terkait optimisme jelang laporan Departemen Tenaga Kerja untuk melaporkan data pekerjaan bulanan pada Jumat mendatang.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah di level 1,197.87 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo, setelah kemarin turun 0,2 %. Mengalami penguatan sebesar 20 % dalam 9 bulan yang berakhir 31 Maret lalu, kenaikan terbesarnya selama tiga perempat data yang akan kembali ke tahun 2004 lalu. Terakhir kali indeks tersebut naik pada bulan April tahun 2010.

Dollar AS tidak berubah pada level $ 1,0763 terhadap euro dan melemah 0,1 % ke level 119,65 yen.

Kemarin permintaan untuk mata uang dolar menurun, setelah Institute Penelitian ADP mengatakan pengusaha AS menambahkan sebanyak 189.000 pekerjaan pada bulan Maret, lebih sedikit dari pada bulan Februari dan di bawah perkiraan para ekonom untuk kenaikan sebanyak 225.000. Departemen Tenaga Kerja memperkirakan laporan perekonomian akan menambahkan sebanyak 245.000 pekerjaan non pertanian pada bulan lalu. (knc)

Sumber : Bloomberg