Dolar naik terhadap euro dan pound

usd-and-poundRIFAN FINANCINDO РKurs dolar naik terhadp  euro dan pound sterling Inggris di perdagangan Asia pada Senin pagi, didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang relatif kuat, meskipun bergerak dalam kisaran sempit, karena banyak investor masih pergi untuk libur panjang akhir pekan Paskah.

Pasar-pasar keuangan di Australia, Hong Kong, dan banyak negara besar di Eropa ditutup pada Senin untuk liburan Paskah. Perdagangan mata uang berlanjut secara global tetapi volume diperkirakan akan ringan.

Dolar telah mendapat dukungan dalam beberapa pekan terakhir, di belakang kenaikan bertahap dalam imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS dan tanda-tanda penguatan di ekonomi utama dunia, termasuk penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan pada Maret, menyusul awal yang lemah untuk tahun ini.

“Lebih baik mengatakan bahwa euro lebih lemah daripada dolar lebih kuat,” kata Ahli Strategi Mata Uang Senior Daiwa Securities, Yukio Ishizuki.

“Para pedagang sebagian besar telah memperhitungkan pelemahan ekonomi zona euro saat ini,” kata Ishizuki. “Agak sulit untuk melihat pelemahan euro lebih jauh dari sini, jadi saya pikir akan sulit bagi dolar untuk menguat.”

Indeks dolar terakhir turun sepersepuluh persen menjadi 97,399, melayang sedikit lebih rendah setelah membukukan kenaikan 0,4 persen minggu lalu.

Indeks tetap dalam jarak dekat dari tertinggi 2019 di 97,71 yang tersentuh pada awal Maret.

Fokus langsung para investor adalah pada penjualan existing home (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales (rumah bekas) di AS untuk Maret, yang akan dirilis pada pukul 14.00 GMT, untuk isyarat lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi AS.

Pada Februari, penjualan rumah AS melonjak ke level tertinggi dalam 11 bulan, karena pasar perumahan negara itu menunjukkan momentum baru setelah jeda kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed).

Euro sedikit lebih rendah di 1,1244 dolar, menambah kerugian pekan lalu hampir setengah persen setelah data pada Kamis (18/4/2019) menunjukkan bahwa aktivitas di sektor manufaktur Jerman menyusut untuk bulan keempat berturut-turut pada April.

Pound terakhir meleamh 0,05 persen menjadi 1,2994 dolar, turun di bawah batas psikologis 1,30 dolar dan hampir 0,4 persen dari terendah dua bulan di 1,2945 dolar AS pada bulan lalu.

Terhadap yen Jepang, dolar 0,1 persen lebih tinggi pada 111,98 yen, dalam jangkauan tertinggi tahun ini yang mencapai 112,17 pada Rabu (17/4/2019) pekan lalu.

Mulai Sabtu (27/4/2019), Jepang akan memiliki liburan 10 hari yang belum pernah terjadi sebelumnya mulai akhir April hingga awal Mei untuk menandai kenaikan kaisar baru, Putra Mahkota Naruhito.

Ishizuki dari Daiwa mengatakan dia memperkirakan perdagangan mata uang oleh investor Jepang akan tetap relatif ringan karena para pedagang dan perusahaan-perusahaan beralih ke mode liburan. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

 

Sumber : www.antaranews.com