Dolar Menuju Penguatan Mingguan Seiring Pedagang Tingkatkan Spekulasi Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar menuju penguatan mingguan pertamanya sejak awal bulan ini seiring reli di bursa saham dan meningkatnya pertumbuhan mendorong spekulasi perekonomian AS akan bertahan terhadap perlambatan ekonomo China.

Greenback telah menguat terhadap semua 10 mata uang utama kecuali yen pekan ini karena para pedagang meningkatkan menjadi 54 persen kemungkinan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini, dari kemungkinan terendah 46 persen pada Selasa. Mata uang Selandia Baru, yang menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar, memimpin penurunan di antara mata uang utama pekan ini.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, naik sebesar 0,5 persen pekan ini menjadi 1,205.76 pukul 09:52 di Tokyo. Greenback terapresiasi sebesar 1,3 persen ke level $1,1236 per euro, dan turun sebesar 0,8 persen ke level 121,13 yen. sedikit berubah pada perdagangan hari ini.

images/assets/ECONOMY/Dolarperform23.png

Dolar naik untuk hari ketiga terhadap euro kemarin pasca sebuah laporan menunjukkan produk domestik bruto AS meningkat sebesar 3,7 persen tingkat tahunan di kuartal kedua, melebihi semua perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Sehari sebelumnya, data Departemen Perdagangan menunjukkan pesanan untuk barang modal meningkat tajam dalam setahun terakhir pada bulan Juli lalu.

Presiden the Fed Kansas City Esther George mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah volatilitas pasar akan mempengaruhi ekonomi AS, dan setiap pertemuan pengaturan kebijakan adalah menentukan kapan untuk memulai menaikkan suku bunga.

Kiwi turun sebesar 2,9 persen ke level 64,95 sen AS pekan ini dan dolar Australia turun sebesar 1,7 persen ke level 71,89 sen. (izr)

Sumber: Bloomberg