Dolar Menguat Terkait Rebound Saham Eropa, Asia; Minyak Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar memperpanjang kenaikan serta saham Eropa dan Asia rebound setelah data tenaga kerja AS yang kuat menaikkan kepercayaan pada ekonomi terbesar dunia tersebut. Nikel naik, sementara minyak merosot setelah OPEC meninggalkan strategi untuk membatasi produksi agar dapat mengendalikan harga.

Greenback menguat terhadap sebagian besar rekan-rekan mata uang lain terkait peningkatan yang lebih besar dari estimasi pada data nonfarm payrolls AS yang memperkuat spekulasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya di minggu depan. Indeks Stoxx Europe 600 naik setelah pekan terburuknya sejak Agustus, sementara saham dari Jepang ke Singapura dan Taiwan ?naik turun pada fluktuasi Jumat di ekuitas AS. Minyak mentah AS kembali di bawah $ 40 per barel di tengah spekulasi rekor melimpahnya pasokan global masih akan berkepanjangan.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur mata uang AS terhadap 10 mata uang utama lainnya, naik 0,3 persen setelah naik 0,4 persen pada Jumat kemarin. Data payrolls telah menenangkan pasar, dengan Indeks Volatilitas JPMorgan global FX yang mengidikasikan harapan untuk perubahan harga merosot 2,5 persen pada hari Jumat ke level terendahnya dalam hampir empat bulan terakhir.

Euro jatuh 0,4 persen menjadi $ 1,0835 setelah melemah 0,5 persen pada sesi terakhir, sementara kiwi memimpin penurunan di antara mata uang negara berkembang lainnya pada Senin ini, jatuh 1 persen setelah penguatan pada akhir pekan lalu. Ulasan kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand di 10 Desember, dengan sebagian besar ekonom yang disurvei Bloomberg memproyeksikan adanya pemangkasan lain pada suku bunga.(mrv)

Sumber: Bloomberg