Dolar Menguat Seiring Meningkatnya Penjualan Rumah AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar mengalami kenaikan setelah indeks mata uang menguat ke level tertingginya dalam hampir 4 bulan terakhir dengan rilis data penjualan perumahan yang melebihi perkiraan memicu pergerakan untuk menuju kenaikan suku bunga utama AS.

Greenback menguat terhadap mata uang dari negara-negara pengekspor sumber daya ditengah spekulasi kemerosotan pada harga komoditas yang akan memaksa stimulus lebih lanjut karena beberapa pedagang melihat Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada awal September mendatang. Bank sentral AS akan mengadakan pertemuan kebijakan pada pekan depan. Sementara itu, Dolar Selandia Baru menguat setelah bank sentral memangkas suku bunga utamanya dan menurunkan referensi untuk kekuatan mata uang yang tidak bisa dibenarkan.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, berada di level 1,207.79 pada pukul 09:28 pagi waktu Tokyo dari level sebelumnya 1,207.85 di New York, pada hari Senin dekati penutupan level tertingginya sejak 19 Maret lalu.

Greenback sedikit berubah pada level 124,08 ? setelah naik ke level 124,48 pada hari Selasa, yang merupakan level tertingginya sejak 10 Juni.

Penjualan rumah AS tangan kedua pada bulan Juni naik 3,2 % ke level 8 tahun tertinggi, sementara harga rumah AS naik menuju rekornya. Hanya 1 dari 76 analis yang disurvei oleh Bloomberg sebelum rilis data dari National Association of Realtors yang memperkirakan bahwa adanya skala kenaikan.

Kontrak berjangka AS menunjukkan sebanyak 40 % kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September dan sebanyak 74 % yang memperkirakan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. (knc)

Sumber : Bloomberg