Dolar Mengalami Penurunan Terbesar Dalam Satu Bulan Terakhir

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar mengalami penurunan terbesar dalam satu bulan terakhir seiring gejolak di pasar saham dan mata uang China yang dapat membebani prospek suku bunga AS yang lebih tinggi.

Greenback mencapai level terendah dalam hampir setahun terakhir terhadap yen setelah anjlok sebesar 7 % di pasar ekuitas China membatasi perdagangan untuk kedua kalinya dalam 4 hari. Cadangan devisa China pada bulan Desember turun melebihi perkiraan, membatasi penurunan tahunan untuk pertama kalinya, mendorong spekulasi bahwa otoritas menjual dolar untuk menopang mata uang. Hasil utang AS jangka pendek menurun dan kontrak berjangka menunjukkan probabilitas sebesar 43 % dari kenaikan suku bunga AS pada bulan April, turun dari 56 % pada 31 Desember lalu.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama lainnya, turun 0,4 % ke level 1,237.09 pada pukul 04:52 sore waktu New York, penurunan pertama dalam 9 hari terakhir.

Yen menguat 0,7 % ke level 117,63 per dolar, menyentuh level tertinggi atas dasar penutupan sejak 5 Februari terkait saham China jatuh 8,5 % di Shanghai hari yang sama, memicu volatilitas dan risiko yang meluas ke seluruh dunia. (knc)

Sumber : Bloomberg