Dolar Mengalami Penurunan Pasca Pertumbuhan Tenaga Kerja AS Melemah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar turun dari level tertingginya dalam 14 bulan terakhir pasca laporan menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja AS melemah pada bulan Agustus kemarin, sehingga Federal Reserve berspekulasi akan menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi.

Indeks Bloomberg Dollar Spot memangkas gain mingguannya pasca data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah pekerja meningkat sebesar 142.000, dibandingkan perkiraan Bloomberg sebesar 230.000. Yen naik dari level terendahnya hampir enam tahun terakhir dan euro naik dari level terendahnya selama 14-bulan terakhir. Yen turun kemarin karena Bank of Japan (BoJ) mempertahankan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dan Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas tingkat suku bunga.

Indeks Bloomberg Dollar Spot turun sebesar 0,3 persen ke level 1,036.55 sebelum diperdagangkan pada level 1,038.18 pukul 05:00 sore di New York, indeks tersebut turun sebesar 0,1 persen. Sebelumnya indeks tersebut naik pada level 1,041.58, merupakan level tertinggi sejak Juli 2013 dan pada pekan ini naik sebesar 0,9 persen.

Yen naik sebesar 0,2 persen ke level 105,09 per dolar pasca sebelumnya berada di level 105,71, merupakan level terendahnya sejak Oktober 2008 silam. Euro naik sebesar 0,3 persen ke level $ 1,2988 sebelum diperdagangkan di level $ 1,2951. Sementara Itu Euro menyentuh level $ 1,2920 kemarin, merupakan level terendahnya sejak Juli 2013 lalu.(vck)

Sumber: Bloomberg