Dolar Mengakhiri Tahun 2015 Dengan Pelemahan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar tampaknya akan mengakhiri tahun 2015 dengan penurunan, melemah terhadap sebagian besar mata uang utama bulan ini serta meningkatnya pemangkasan untuk tahun ini.

Indeks Bloomberg Dollar Spot siap untuk bulan terburuknya sejak Juni karena pedagang memperkirakan probabilitas dari Federal Reserve menaikkan suku bunga pada kuartal pertama kurang dari 50%. Ekonom memprediksi laporan Rabu akan menunjukkan ukuran inflasi yang disukai The Fed dipercepat pada bulan November. Krona Swedia dan dolar Selandia Baru mencatat kenaikan tertajam di antara Kelompok 10 rekan-rekan sejak The Fed menaikan suku bunga acuan pekan lalu, sedangkan pound Inggris dan dolar Kanada adalah yang terburuk.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melnelusuri mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,5% bulan ini pada 12:05 siang di Singapura, memangkas kenaikan di tahun ini menjadi 8,9%. Indeks tersebut sedikit berubah pada Rabu, karena dolar naik 0,1% menjadi $ 1,0946 per euro dan turun kurang dari 0,1% menjadi ? 121,02.

Krona terapresiasi 0,9% terhadap dolar dan kiwi menguat 0,7% sejak hari sebelum The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada 16 Desember lalu. Pound melemah 1,4% dan mata uang Kanada tergelincir 1,3 %.

Sterling telah menurun di tengah spekulasi Bank of England akan menunda berikut bank sentral AS menaikkan suku karena melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Analis memprediksi laporan Rabu akan mengkonfirmasi bahwa GDP Inggris tumbuh pada laju tahunan 2,3% di kuartal terakhir, turun dari 2,4% pada periode sebelumnya, dan sebanyak 3,1% dalam tiga bulan hingga Juni tahun lalu.

Pound sedikit berubah pada hari Rabu di $ 1,4833 setelah jatuh ke level $ 1,4806 pada hari Selasa, yang terlemah sejak 15 April.(yds)

Sumber: Bloomberg