Dolar Jatuh Pasca Risalah Pertemuan The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar jatuh terkait risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve yang menunjukkan para pejabat membahas bagaimana mata uang AS yang kuat dapat meredam inflasi dan ekspor.

Greenback merosot terhadap semua kecuali satu dari 16 mata uang utama seiring rilisan risalah The Fed dari 16-17 September yang mencatat bahwa dolar telah “sangat dihargai” terhadap mitra emerging market dan naik terhadap mata uang eksportir komoditas serta mitra utama dagang AS. Suku bunga The Fed berada mendekati nol bulan lalu setelah perlambatan pertumbuhan di China yang mengguncang pasar global pada bulan Agustus lalu.

Apresiasi dolar cenderung menahan ekonomi AS dengan membuat produk Amerika lebih mahal di luar AS, sekaligus menjaga dibawah inflasi dengan membuat impor lebih murah.

Dolar turun 0,4% menjadi $ 1,1277 per euro pada 3:28 sore di New York. Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 rekan-rekan utama, turun 0,4%.

Uang telah membanjiri aset dolar selama 12 bulan terakhir untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam hampir satu dekade terakhir. Hal tersebut mendorong bank sentral mengkaji perdagangan Indeks dolar yang luas ke level terkuatnya sejak 2003.(yds)

Sumber: Bloomberg