Dolar Bersiap untuk Kerugian Mingguan Terpanjang Terkait Spekulasi Fed Rate

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar menuju penurunan mingguan terpanjang sejak Mei menyusul data ekonomi yang lesu menggarisbawahi harapan investor bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Greenback jatuh terhadap sebagian besar dari 16 pasangan utamanya selama seminggu terakhir, dengan dolar Selandia Baru dan yen berada di antara mata uang yang meraih gain terbesar untuk mata uang negara maju. Kiwi menuju tiga minggu gain tertajam dalam dua tahun terhadap dolar sementara yen bersiap untuk kinerja lima hari terbaik sejak awal September.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 rekan-rekan utamanya, berada di level 1,186.36 pada pukul 09:11 pagi waktu Tokyo. Yen berada di level 1,185.23 di New York sebelumnya, yang merupakan level penutupan terendah dalam lebih dari tiga bulan. Indeks itu telah turun 0,6 persen sejak 9 Oktober.

Mata uang AS sedikit berubah pada level 119,12 per yen, bersiap untuk kerugian mingguan dari 1 persen. Dolar Selandia Baru turun 0,2 persen ke level 68,37 sen AS setelah menguat 0,9 persen pada hari Kamis. Kiwi telah naik 7,1 persen sejak 25 September, yang merupakan kinerja terbaik dalam tiga minggu sejak September 2013.

Sumber: Bloomberg