Dolar Australia Turun Ke Level Enam Tahun Terendah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar Australia jatuh beserta rekan mata uang Selandia Baru setelah mitra dagang terbesar mereka yaitu China, melaporkan penurunan tajam yang diluar perkiraan pada sektor impor.

Aussie menuju penurunan tajam dalam dua pekan terakhir, mendekati level enam tahun terendah versus dolar, setelah ekspor China secara tak terduga menyusut, menambah kekhawatiran mengenai perekonomian di China menjelang data angka pertumbuhan pekan ini. Mata uang Australia sudah menurun menjelang rilisa data China dengan harga bijih besi, yang merupakan penghasil ekspor terbesar di negara tersebut, mendekam di bawah level $50 per ton.

Mata uang Australia turun 1% menjadi 76,05 sen AS pada 12:43 siang waktu Sydney dari akhir pekan lalu. Mencapai level 75,33 pada 2 April, yang merupakan level terlemah sejak Mei 2009. Kiwi tergelincir 0,7% menjadi 74,87 sen AS.

Impor China turun 12,3% pada Maret, dibanding perkiraan rata-rata para ekonom dalam survei Bloomberg untuk penurunan 11,3%. Sektor ekspor turun sebanyak 14,6%, dibandingkan dengan perkiraan survei untuk peningkatan 8,2%.

Perekonomian negara mungkin tumbuh sebesar 7% dalam tiga bulan pertama di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut perkiraan para ekonom dalam survei lain Bloomberg jelang laporan pada hari Rabu. Hal tersubut menjadi laju paling lambat sejak periode yang sama tahun 2009 lalu.(yds)

Sumber: Bloomberg