Dolar Aussie, Kiwi Menguat Pasca Rilis Data Payrolls yang Menahan Langkah The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar Australia dan Selandia Baru gelar penguatan dari pekan lalu pasca data payrolls AS tumbuh kurang dari perkiraan ekonom, meredam spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Aussie dan kiwi tetap lebih tinggi terhadap sebagian mata uang utama, membatasi kerugian dari penurunan kuartalan yang didorong oleh kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi di China akan mengurangi permintaan untuk komoditas. Indeks dolar jatuh ke terendah dalam dua pekan terakhir pada hari Jumat pekan lalu pasca pertumbuhan upah stagnan dan angka pembukaan lapangan kerja mengecewakan.

Aussie menguat 70,49 sen AS pukul 09:20 di Tokyo dari level 70,45. Kiwi terapresiasi sebesar 0,3 persen ke level 64,53 sen, pasca naik 0,5 persen pada Jumat.

Indeks Bloomberg Dollar Spot berada di level 1,207.74 dari level 1,208.88 di New York. Indeks, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, menyentuh level terendahnya dalam dua pekan terakhir di level 1,204.04 pada hari Jumat pasca rilis laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan ekonomi AS menambahkan 142.000 pekerja pada bulan September, di bawah perkiraan rata-rata ekonom dalam survei Bloomberg sebesar 201.000 dari. Angka kenaikan bulan Agustus direvisi turun.

Para pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 33 persen pada hari Jumat bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang, turun dari 58 persen bulan lalu, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg berjangka. Perhitungan ini didasarkan pada asumsi bahwa suku bunga The Fed efektif akan berada pada kisaran 0,375 persen pasca dinaikan. (izr)

Sumber: Bloomberg