Dolar AS Pulih dari Level Terendahnya

\Dolar AS Pulih dari Level Terendahnya\RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar Amerika Serikat (AS) berhasil naik dari level terendah satu tahunan, setelah Presiden the Federal Reserve Bank of Atlanta Dennis Lockhart mengatakan suku bunga akan meningkat pada Juni.

Mata uang AS tersebut berhasil mencatat kenaikan terbesar sejak Desember, karena Lockhart mengatakan kenaikan suku bunga dua kali tahun ini masih terbuka, setelah bank sentral memilih untuk memegang kebijakan moneter stabil bulan lalu. Presiden Fed Cleveland Loretta Mester dan Presiden Fed San Francisco John Williams juga satu suara soal kebijakan tersebut.

“The Fed berusaha menjaga pintu tetap terbuka hingga Juni. Kami masih punya beberapa data yang akan datang seperti laporan tenaga kerja, tapi saya tidak berpikir mereka akan memperhitungkan itu,” kata kepala strategi mata uang AS di HSBC Holdings Plc, Daragh Maher, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (4/5/2016).

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang lainnya, berada di 1.165,04. Dolar AS sudah naik 0,7 persen menjadi 1,164.70 setelah menyentuh level terendah secara intraday sejak Mei 2015. Mata uang AS naik 0,1 persen menjadi 106,70 per yen Jepang, namun turun 0,1 persen menjadi USD1,1503 per euro.

Dolar telah berjuang dalam beberapa bulan terakhir karena para pedagang kehilangan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. Kontrak berjangka menunjukkan hanya 12 persen kesempatan suku bunga akan naik di Juni, dan probabilitas 55 persen untuk Desember. Perhitungan ini mengasumsikan suku bunga The Fed yang efektif akan rata-rata 0,625 persen setelah kenaikan berikutnya bank sentral.

Sumber : http://economy.okezone.com