Dolar AS Melemah, Harga Emas Menanjak

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO - Harga emas berbalik menguat setelah sebelumnya sempat tertekan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas karena nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (10/8/2016), harga emas untuk pengiriman Desember naik 0,4 persen dan menetap di angka US$ 1.347,20 per troy ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga emas sempat tertekan di angka US$ 1.336 per?troy ounce di awal sesi perdagangan.

Dolar AS Melemah, Harga Emas Menanjak - Bisnis Liputan6.com

The Wall Street Journal Index yang merupakan indeks nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia turun 0,3 persen ke 86,64. Pelemahan?dolar AS ini cenderung mendorong kenaikan harga?emas.

Alasannya, para pembeli emas yang menggunakan mata uang di luar dolar AS akan mendapat keuntungan yang lebih besar dengan pelemahan nilai tukar dolar AS ini.

Di awal perdagangan, harga emas sempat turun 1,9 persen dari level tertinggi yang tercetak pada Agustus ini karena data tenaga kerja AS menunjukkan penguatan sehingga mendorong keyakinan dari para investor bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada tahun ini juga.

Kenaikan suku bunga memberikan tekanan kepada emas karena logam mulia ini harus bersaing dengan instrumen investasi lainnya yang memberikan bunga selain kenaikan harga.

Namun di luar itu, suku bunga negatif yang ditetapkan oleh Eropa dan Jepang memberikan dukungan kepada emas.

"Saat ini pelaku pasar sedang melihat prospek selanjutnya dari harga emas?dengan melihat data-data ekonomi yang ada," jelas analis TD Securities dalam catatannya kepada para investor. (Gdn/Ndw)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com

RIFANFINANCINDO