Defisit Perdagangan Jepang Bulan Juni Diperluas Pasca Ekspor Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Defisit perdagangan Jepang?melebihiperkiraan?para?ekonom?pasca?eksporJepang secara?tak terduga?turun, menyeretperekonomian?yang?membuat?penurunan lebih kuat dari yang diperkirakan?pascakenaikan pajak penjualan pada bulan April.

Defisit?pada bulan Juni?sebesar?822.2miliar yen?($ 8.1?miliar),?menurut laporan dari?kementerian keuangan di Tokyo hari ini, melebihi estimasi?rata-rata?dalam survei Bloomberg News dari 32 ekonom?sebesar643?miliar yen. Ekspor?Jepang?turun 2 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor naik 8,4 persen.

Dalam?pekan ini,pemerintah?telah?memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun yang berakhirpada?Maret 2015, mengutip permintaan luar negeri yang lemah dan penurunan konsumsi setelah kenaikan pajak. Dengan impor bahan bakar fosil?membengkakkan defisit perdagangan, sekarangberada di?rekor 24 bulan,?kenaikan?ekspor diperlukan untuk membantu Perdana Menteri Shinzo Abe mempertahankan pertumbuhan?negara dengan?ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Para ekonom memperkirakan ekspor akan naik 1 persen pada bulan Juni setelah turun 2,7 persen di bulan Mei. Ekonomi Jepang akan tumbuh 1,2 persen?dalam?tahun fiskal ini, Kantor Kabinet mengatakan awal pekan ini, potongan dari perkiraan sebelumnya pertumbuhan 1,4 persen selama periode tersebut.(frk)

Sumber: Bloomberg