Data PDB Redupkan Isu Stimulus, Saham Jepang Berfluktuasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Jepang berayun dari kerugian ke keuntungan seiring para investor menimbang apakah data yang menunjukkan ekonomi tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal pertama akan mengurangi kebutuhan stimulus lebih lanjut dan penundaan untuk kenaikan pajak penjualan yang direncanakan.

Indeks Topix naik 0,8 persen ke level 1,346.13 pada istirahat makan siang di Tokyo hari ini, berfluktuasi dari kerugian 0,6 persen. Nikkei 225 Stock Average bertambah 0,6 persen ke level 16,753.55 setelah data menunjukkan produk domestik bruto bertambah 1,7 persen pada tingkat tahunan dalam tiga bulan sampai Maret, mengalahkan estimasi ekonom untuk pertumbuhan 0,3 persen, dan mencegah resesi. Perekonomian menyusut dalam revisi 1,7 persen pada kuartal sebelumnya.

Angka GDP lebih kuat dari perkiraan mendukung keputusan mengejutkan Bank of Japan pada pertemuan terakhir untuk mengorbankan stimulus moneter tambahan. Fokus saat ini bergeser kepada apakah Perdana Menteri Shinzo Abe akan memacu kenaikan pajak penjualan yang direncanakan. Pasar meningkat pada hari Senin menyusul laporan surat kabar Nikkei pada akhir pekan bahwa pemerintah berencana untuk menunda kenaikan pajak. Pemerintah sendiri telah membantah laporan itu dan Abe mengatakan kepada parlemen pada hari Selasa bahwa dia akan meneruskan hal itu kecuali jika ada “sesuatu yang serius.”

Kontrak pada S & P 500 naik kurang dari 0,1 persen setelah indeks dasar ini merosot 0,9 persen pada hari Selasa. Kerugian berakselerasi dalam perdagangan sore seiring laporan inflasi dan perumahan mendukung spekulasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada awal Juni. (sdm)

Sumber: Bloomberg