Data Output AS & Pembicaraan Pembekuan Buat Minyak Raih Kenaikan Terbesar dalam 2 Bulan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak mencicipi kenaikan terbesar dalam dua bulan seiring terus menurunnya produksi minyak mentah AS sebelum pembicaraan antara produsen-produsen dunia untuk membahas pembekuan output.

Futures naik 6,6 persen di New York. Data output AS turun untuk kali kesepuluh dalam sebelas minggu hingga 1 April lalu dan stok minyak mentah juga meraih penurunan, menurut data dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu. Jumlah rig minyak aktif di AS turun ke level terendah sejak 2009 minggu ini, data dari Baker Hughes Inc menunjukkan. Para produsen utama mulai dari Arab Saudi sampai Rusia akan bertemu di Doha pada 17 April untuk membahas pembekuan output dalam upaya untuk menstabilkan harga.

Minyak mentah merosot ke level terendah dalam hampir 13 tahun pada bulan Februari sebelum rebound seiring terdapat tanda-tanda bahwa surplus global akan mereda. Harga terpangkas minggu ini di tengah spekulasi mengenai apakah kesepakatan untuk melakukan pembatasan output dapat tercapai. Arab Saudi mengatakan itu hanya akan menyetujui pembekuan apabila para produse lainnya termasuk Iran juga melakukan hal yang sama, sementara Kuwait mengatakan kesepakatan bisa dilakukan tanpa dukungan Teheran.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik $ 2,46 untuk ditutup pada level $ 39,72 per barel di di New York Mercantile Exchange. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak 12Februari. Harga naik 8 persen minggu ini. Total volume yang diperdagangkan yakni 58 persen di atas 100-hari rata-rata pada pukul 02:53 siang waktu New York.

Brent untuk pengiriman Juni naik $ 2,51, atau 6,4 persen, ke level $ 41,94 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak bulan depan ditutup pada diskon 8 sen untuk kedua bulan. Minyak patokan global ini ditutup dengan premi 95 sen untuk WTI Juni. (sdm)

Sumber: Bloomberg