Data Ekspor Jepang Melemah Seiring Perlambatan Ekonomi China Meredam Permintaan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pertumbuhan ekspor Jepang melambat untuk bulan kedua, menandai memudarnya dukungan luar negeri untuk ekonomi yang sudah dilanda pelemahan di dalam negeri.

Nilai pengiriman naik 3,1% pada bulan Agustus dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan yang disusun oleh Bloomberg untuk kenaikan 4,3%. Impor turun 3,1%, meninggalkan defisit sebesar 569.7 miliar yen ($ 4.7 miliar), menurut angka yang dikeluarkan oleh kementerian keuangan pada hari Kamis.

Ekspor ke China turun 4,6% setelah kegaduhan pasar saham dan perlambatan ekonomi di mitra dagang terbesar Jepang melemahkan permintaan. Data yang mengecewakan dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi setelah terkontraksi pada? kuartal terakhir dan tingkat inflasi yang turun kembali ke angka nol.

Yen sedikit berubah di level 120,60 per dolar pada pukul 09:09 pagi di Tokyo sedangkan indeks saham Topix naik 0,9%.

Angka ekspor muncul membuntuti pemotongan peringkat kredit jangka panjang Jepang pada hari Rabu oleh Standard & Poor, yang mengatakan hanya ada sedikit kesempatan bagi strategi Perdana Menteri Shinzo Abe untuk membalikkan prospek pelemahan pertumbuhan ekonomi dan inflasi dalam beberapa tahun ke depan.(frk)

Sumber: Bloomberg