Data Ekonomi AS Negatif, Harga Emas Naik

\Data Ekonomi AS Negatif, Harga Emas Naik\RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih buruk dari perkiraan memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Seperti dilanisr Xinhua, Kamis (19/11/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD0,1 atau 0,01 persen, menjadi menetap di USD1.068,70 per ounce.

Para analis mengatakan bahwa emas membukukan kenaikan tipis karena para pedagang tetap berhati-hati setelah pembatalan pertandingan sepak bola antara Jerman dan Belanda karena ketakutan ancaman bom, dan juga baku tembak antara polisi Paris dan kelompok militan bersenjata.

Beberapa analis percaya bahwa emas mendapat dukungan ketika Departemen Perdagangan mengatakan jumlah rumah baru (housing starts) milik pribadi di AS pada Oktober berada pada tingkat tahunan disesuaikan secara musiman 1,06 juta unit, di bawah perkiraan pasar.

Emas naik karena para pedagang membatasi spekulasi mereka setelah laporanan lebih buruk dari perkiraan menjelang rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Oktober, kata para analis.

Para analis percaya risalah kemungkinan akan memberikan indikasi yang kuat untuk arah Fed berkaitan dengan kenaikan suku bunga pada Desember.

Risalah pertemuan akan keluar setelah penutupan pasar, tetapi pada pukul 18.00 GMT, probabilitas tersirat kenaikan suku bunga Desember adalah 68 persen, tidak berubah dari hari sebelumnya, menurut alat Fedwatch CMEGroup.

Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Kenaikan emas dibatasi karena indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik didukung risalah pertemuan The Fed.

Pedagang juga sedang menunggu laporan klaim pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja AS dan Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia, keduanya akan keluar pada Kamis, untuk indikasi lebih lanjut rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Perak untuk pengiriman Desember turun 9 sen, atau 0,64 persen, menjadi ditutup pada USD14,081 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD7, atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada USD848,00.

(rzk)

Sumber : http://economy.okezone.com