Corona Sapu Bersih Ekonomi Dunia

437a4e93-2e66-4cbb-a20c-11f433e7a162_169RIFAN FINANCINDO – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dampak dari pandemi Covid-19 sangat dahsyat. Sebab ini menyebabkan perekonomian dunia mengalami kontraksi tajam.

“Betapa dahsyatnya satu pandemik dan berlangsung dalam waktu singkat kurang dari hanya 1 kuartal menyapu ekonomi dunia secara cepat,” ujarnya melalui teleconference, Kamis (30/4/2020).

Ia menjelaskan, bahkan negara maju seperti AS perekonomiannya minus 4% pada kuartal I ini. Padahal pada Januari-Maret kondisi AS masih normal dan belum terlihat pukulan dari pandemi Covid seperti negara lain.

Sedangkan, negara yang paling pertama terpapar virus Covid-19 ini yakni China perekonomiannya bahkan minus 6,4% di paruh awal 2020.

“Ini menjadi kewaspadaan ke kita semua karena dampaknya sangat-sangat dalam dan cukup dahsyat di dalam perekonomian terutama pada Q1,” kata dia.

Namun, beberapa negara termasuk di Indonesia dampak dari Covid ini akan terlihat di kuartal II dan III. Sebab, masa paling menantang bagi RI dimulai dari Maret karena adanya kepanikan menjalarnya virus ini yang semakin luas.

Kondisi pada Maret tersebut memberikan reaksi irasional di sektor keuangan. Arus modal keluar dari negara berkembang US$ 100 miliar atau 0,4% PBD. Untuk RI, asing melepas SBN lebih dari Rp 120 triliun di satu bulan tersebut.

“Ini sebabkan tekanan luar biasa dan BI harus terus atasi dari sisi Nilai tukar rupiah. Saham juga terkoreksi dalam karena capital outflow dan juga kepanikan. Ini jauh lebih tinggi dari masa tapertantrum dan dampak ke ekonomi ini jauh lebih meluas karena tantangan di kesehatan dan jiwa manusia dulu jadi taruhan,” jelasnya.

Selain itu, kerugian akibat virus corona ini juga sangat besar mencapai US$ 9 triliun di seluruh dunia. Jika dirupiahkan, maka mencapai Rp 135.000 triliun dengan asumsi kurs US$ 1 = Rp 15.000.

Kerugian ini tidak hanya disebabkan tekanan ke perekonomian tapi juga karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai negara di dunia yang menyebabkan tingkat pengangguran melonjak tinggi.

“Kerugian covid capai US$ 9 triliun untuk periode 2020-2021 karena kontraksi ekonomi dunia dan PHK. Kalau US$ itu setara ekonomi Jerman dan Jepang. Jadi dalam hal ini tidak ada lagi pertanyaan apakah Covid-19 ini memiliki dampak dahsyat ke ekonomi dunia. Sudah terbukti. Fokus sekarang kita mitigasi dampaknya karena tidak tahu kapan ini selesai,” tegasnya.

 

Sumber : cnbcindonesia