Corona Gerogoti Google & Apple

5282957a-ad03-44f2-a2c5-387f6dcb1f7a_169RIFAN FINANCINDO – Merebaknya wabah virus corona saat ini berdampak negatif pada sektor bursa saham, bahkan pada sektor teknologi. Banyak para raksasa teknologi seperti Google dan Apple menutup sementara kantornya yang ada di China.

Dilansir dari The Verge, (10/2/2020), awal bulan ini, perusahaan teknologi besar mengumumkan menutup sementara semua kantor perusahaan, pabrik manufaktur dan toko ritel di seluruh China.

Perusahaan-perusahaan itu termasuk Apple, Samsung, Microsoft, Tesla, dan Google. Bahkan Google telah menutup kantornya yang juga berada di Hong Kong dan Taiwan.

Sebagian besar penutupan diperkirakan berlangsung hingga tanggal 9 Februari. Meskipun beberapa perusahaan tidak menentukan kapan tepatnya kantor akan dibuka kembali.

Wakil Presiden Senior Bidang Ritel di Apple Inc, Deirdre O’Brien, menulis dalam email internal bahwa kantor pusat Apple diperkirakan akan dibuka minggu depan. Sementara pembukaan kembali toko ritel masih belum ditentukan.

“Pembersihan tambahan, protokol kesehatan dan pembatasan lokal di sekitar ruang publik akan menjadi faktor dalam keputusan ini,” tulisnya dikutip dari laman yang sama.

Berbeda sikap dengan yang lain, Amazon belum mengumumkan penutupan kantor. Raksasa e-commerce ini memiliki kantor di Beijing, Shenzhen, Shanghai, dan Guangzhou.

Meski begitu Amazon mengharuskan karyawan izin terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dalam setiap perjalanan penting ke seluruh wilayah China. Karyawan yang bepergian keluar-masuk China juga disarankan untuk bekerja dari rumah selama 14 hari sebelum kembali ke kantor.

Selain itu, meskipun Facebook tidak memiliki kantor di China, perusahaan juga memperingatkan karyawannya agar tidak bepergian ke China. LG dan Razer juga menyarankan hal serupa.

Banyaknya produk teknologi yang diproduksi di China. Para ahli memperingatkan pelanggan agar bersiap karena dipastikan pasokan dari berbagai smartphone, headset VR, mobil, dan aksesori teknologi lainnya akan berkurang.

Contohnya, penutupan Foxconn dan Pegatron di China, diperkirakan berpotensi menunda produksi iPhone dan AirPod karena pekerja pabrik tidak dapat melanjutkan pekerjaan. Kedua pabrik tersebut bertanggung jawab atas produksi perangkat elektronik Apple.

Facebook juga telah berhenti menerima pesanan baru untuk headset Oculus Quest VR terbarunya, dengan alasan keterlambatan.

“[Seperti] perusahaan lain, kami mengharapkan dampak tambahan terhadap produksi perangkat keras kami karena Coronavirus. Kami mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan karyawan kami, mitra manufaktur, dan pelanggan, dan sedang memantau situasi dengan cermat. Kami sedang berupaya memulihkan ketersediaan sesegera mungkin,” kata Facebook kepada Android Central.

Karena wabah penyakit coronavirus, Tesla juga mengumumkan bahwa untuk pengiriman Model 3 akan ditunda. Meskipun perusahaan mengatakan hanya mengantisipasi penundaan untik beberapa minggu saja.

Dari dalam negeri pun, merek-merek China ikut mengalami penundaan produksi termasuk Oppo, Xiaomi, Lenovo, dan Huawei. “Perusahaan yang mengandalkan komponen dari Hubei akan menjadi yang paling terkena dampak, seperti Lenovo,” kata Nicole Peng, analis seluler di Canalys.

“Untuk perusahaan seperti Huawei, yang operasinya di Guangdong, situasinya tidak begitu parah, meskipun tidak ada perusahaan sekarang yang dapat melanjutkan operasi pabrik dengan kapasitas 100 persen.”

Demikian pula, produk di seluruh sektor teknologi lain, yang diperkirakan akan dikirim pada awal Februari kini telah tertunda karena virus. Ini termasuk konsol Nintendo Switch, permainan, dan aksesori, termasuk edisi Animal Crossing yang sangat digemari yang secara spesifik ditunda di Jepang, Ring Fit Adventure, dan The Outer Worlds.

 

Sumber : cnbcindonesia