Cina Hentikan Perdagangan Ekuitas, Saham Jepang di Zona Merah untuk Hari Keempat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Jepang jatuh untuk hari keempat, memperpanjang penurunan global yang telah membuat saham membukukan start terburuk tahunan mereka sejak tahun 2000, setelah China kembali memangkas suku bunga acuan untuk yuan dan perdagangan di pasar ekuitas terbesar kedua di dunia itu dihentikan.

Indeks Topix merosot 1,6 persen ke level 1,464.65 pada istirahat peerdagangan di Tokyo seiring pengeksplor energi memimpin penurunan setelah harga minyak anjlok. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,8 persen ke level 17,867.04, jatuh di bawah 18.000 untuk pertama kalinya sejak 15Oktober. Yen diperdagangkan pada level 17,63 per yuan dalam perdagangan luar negeri, mendekati level tertinggi sejak Oktober 2014, setelah bank sentral China memotong tingkat referensi mata uangnya terhadap dolar sebesar 0,5 persen.

Saham China ditutup lebih awal setelah Indeks CSI 300 merosot 7 persen, memicu penghentian otomatis perdagangan untuk kedua kalinya pekan ini.

Melemahnya yuan mengisyaratkan Bank Rakyat Cina menjadi lebih toleran untuk mata uang yang terdepresiasi seiring perlambatan ekonomi. MSCI All-Country World Index mengakhiri tiga hari pertama 2016 dengan penurunan 3,3 persen, itu merupakan start tahunan terburuk sejak tahun 2000. (sdm)

Sumber: Bloomberg