China lanjutkan persetujuan IPO setelah empat bulan terhenti

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – China telah memberikan lampu hijau bagi 10 perusahaan untuk mendaftar di bursa saham negara itu setelah absen selama empat bulan terkait penyelenggaraan penawaran umum perdana (IPO) tetapi sebagian analis memperingatkan bahwa over supply saham yang telah ada di pasar sudah memperlemah kondisi pasar tersebut.

Sebelumnya beberapa perusahaan baru telah mendapatkan persetujuan di bulan Januari lalu pasca pembekuan ijin penyelenggaraan IPO selama setahun karena pihak otoritas di Bijing mencoba untuk mereformasi peraturan bursa dan menghentikan penurunan yang terjadi pada harga-harga saham saat itu. Perijinan juga sempat dihentikan pada bulan Februari lalu karena kekhawatiran seputar pemrosesan ijin baru tersebut.

Tapi China Securities Regulatory Commission (CSRC) selaku regulator pada Senin mengatakan bahwa pihaknya telah “menyetujui aplikasi IPO dari 10 perusahaan” dan akan dibagi kedalam dua pasar saham baik di Shanghai maupun Shenzhen.

Pada Selasa pagi, tujuh dari 10 perusahaan tersebut telah secara resmi menyatakan niat mereka untuk mendaftar di bursa. Mereka termasuk pembuat papan sirkuit Ellington Electronics Technology yang berusaha untuk meningkatkan modal hingga 1,3 miliar yuan ($ 213 milyar) di Shanghai, dan Hongxiang Yixintang Pharmaceutical yang mengharapkan untuk meningkatkan modal senilai 794.5 milyar0 yuan di Shenzhen.

Namun, analis mengatakan bahwa ?waktu? keputusan itu bisa menekan saham-saham yang sudah terdaftar.

“Kebijakan yang kembali dijalankan ini … pasti akan menyebabkan ketidakseimbangan antara dana dan saham sehingga yang ada adalah pasar akan terus melemah,” kata analis BOC International, Shen Jun kepada AFP.

Kekhawatiran atas ekonomi domestik yang lemah – dan kekhawatiran atas over supply saham mungkin disebabkan karena pendaftar baru – telah membawa pasar saham China lebih rendah tahun ini. Index Shanghai Composite turun hampir empat persen sejak awal Januari.

Sejauh ini lebih dari 460 perusahaan telah mengungkapkan rencana IPO mereka, menurut media pemerintah, tetapi CSRC mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya hanya akan menyetujui sekitar 100 IPO saja tahun ini. (brc)

Sumber: AFP