Bursa Wall Street Berakhir Mixed

WALLSTPT RIFAN FINANCINDO –  Harga emas tergelincir lebih rendah, Jumat, setelah dolar AS tetap terdukung setelah keputusan kebijakan terbaru Bank Sentral Eropa dan investor mengalihkan fokusnya ke pertemuan Federal Reserve yang akan datang di minggu depan.

Di divisi Comex Bursa Perdagangan New York, emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,18% pada $1,170.35.

Kontrak emas Februari mengakhiri sesi Kamis 0,43% lebih rendah pada $1,172.40 per ons.

Emas kemungkinan besar akan temukan support di $1,157.00, terendah tanggal 5 dan 10 bulan terendah dan resistance di $1,186.70, tertinggi 5 Desember.

Dolar menguat AS secara luas setelah ECB mengatakan pada pertemuan kebijakan bulanan di hari Kamis bahwa mereka akan memperpanjang program pembelian aset tambahan selama sembilan bulan.

Melampaui akhir program yang dijadwalkan Maret 2017, bank sentral tersebut mengatakan pembelian aset bersih dimaksudkan untuk melanjutkan dalam laju bulanan €60 miliar sampai dengan akhir Desember 2017, atau melewatinya, jika perlu.

Selain itu, ECB pertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada rekor terendah di nol, sejalan dengan perkiraan.

Sementara itu, dolar juga temukan dukungan setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan klaim pengangguran awal turun 10.000 ke 258.000 dalam pekan yang berakhir 2 Desember sesuai dengan harapan.

Penguatan dolar AS biasanya membebankan emas, karena mengimbangi daya tarik logam kuning tersebut sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun sentimen greenback menjadi lebih rapuh menjelang pertemuan kebijakan Fed pekan depan, di tengah harapan berkelanjutan kenaikan suku bunga.

Di tempat lain dalam perdagangan logam, perak berjangka untuk pengiriman Maret turun 0,37% menjadi $17,032 per troy ons, dan tembaga berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,72% ke $2,645 per pon.

( vibiznews.com )

PT Rifan Financindo