Bursa Saham Melemah Picu Penguatan Harga Emas

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas?dunia bergerak ke level tertinggi sejak pertengahan Mei pada awal pekan ini. Pergerakan harga emas dipengaruhi dolar Amerika Serikat (AS) dan saham tertekan.

Sentimen kenaikan risiko jelang pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserves pada pekan ini dan referendum Inggris terhadap keanggotaannya di Uni Eropa pada 23 Juni 2016 mempengaruhi harga komoditas termasuk emas.

Di pasar spot, harga emas naik 0,9 persen menjadi US$ 1.284,76 per ounce. Harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus 2016 naik US$ 11,90 per ounce menjadi US$ 1.287,80.

Meredamnya harapan kenaikan suku bunga bank sentral AS pada bulan ini telah mendorong kenaikan harga emas. Harga emas reli enam persen sejak data tenaga kerja AS pada Mei lebih lemah dari yang diharapkan. Hal itu mempengaruhi sentimen kenaikan suku bunga the Fed.

“Data pasar tenaga kerja telah mendorong harga naik untuk pengiriman Juni dan Juli. Pada waktu sama ada sentimen referendum untuk Inggris terhadap keanggotaannya di Uni Eropa. Dua faktor ini menguntungkan emas,” ujar Analis Danske Bank Jens Pedersen seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (14/6/2016).

Kekhawatiran terhadap referendum Inggris telah menekan bursa saham global. Di awal pekan ini bursa saham Asia dan Eropa tergelincir. Dolar AS pun sempat turun 0,2 persen terhadap euro.

Pada pekan ini juga sejumlah bank sentral akan melakukan pertemuan antara lain bank sentral AS/the Fed, Bank of England, Swiss National Bank, dan Bank of Japan. Pelaku pasar mengharapkan bank sentral tersebut tetap mempertahankan kebijakannya mengingat prospek ekonomi global dan dampak kemungkinan Brexit.

“Referendum Inggris terhadap keanggotaan Uni Eropa akan berdampak ke sejumlah aset investasi, tetapi emas, menjadi salah satu barometer dari kondisi ekonomi dan keuangan menjadi aset yang menunjukkan kenaikan tertinggi terhadap sejumlah kemungkinan. Harga emas telah berfluktuasi di tengah polling pendapatan Brexit, dan juga pergerakan dolar AS,” tulis riset Citi.

Harga komoditas lainnya seperti harga perak naik 0,3 persen menjadi US$ 17,37 per ounce. Harga platinum naik 0,6 persen menjadi US$ 996,23 per ounce. (Ahm/Ndw)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com