Bursa Saham Asia Turun Pasca Gain Mingguan

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Asia menurun, dengan indeks acuan regional turun dari kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari dua bulan terakhir mengikuti kemerosotan saham Jepang di tengah penguatan yen.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2 % ke level 129,36 pada pukul 09:03 pagi waktu Tokyo. Indeks tersebut naik 3,5 % pada pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak April seiring bank sentral untuk Eropa, Jepang, dan Inggris menunjukkan kesiapan mereka untuk pelonggaran kebijakan untuk menangani dampak dari penyuaraan Brexit.

BACA JUGA? 😕Bursa Eropa Naik Terkait Dukungan Bank Sentral

Indeks S & P / ASX 200 Australia sedikit berubah. Pemilihan nasional hari Sabtu meninggalkan tidak partai besar dengan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan mayoritas, berpotensi untuk meningkatkan risiko guna peringkat kredit negara atas.

Sementara IHSG terpukul ke level 4.971,58 setelah empat hari berturut-turut berlari, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari pertama Semester II 2016 mulai melambat. Perlambatan indeks mulai terpantau pada rehat siang, dimana IHSG berbalik turun 28,31 poin atau 0,22% ke level 4.988,33. Padahal pagi tadi, indeks dibuka menguat 10,97 poin atau 0,22% ke level 5.027,62. Meski demikian, penurunan indeks sesuatu yang normal setelah mengalami peningkatan fantastis selama empat hari beruntun.

Adapun mayoritas bursa Asia berakhir tinggi. Melansir CNBC, Jumat (1/7/2016), bursa Asia berakhir naik di tengah pemulihan pasca Brexit, meski data manufaktur China bulan Juni ini berakhir suram. Indeks daya beli manufaktur China turun ke angka 50 dari sebelumnya 50,1 di bulan Mei kemarin.

BACA JUGA? 😕Bursa Jepang Ditutup Naik, Ikuti Gain Global

Australia ASX 200 berakhir 0,25% atau 13,225 poin ke level 5.246,60, dengan sebagian besar sektor perdagangan meningkat. Sementara di Selat Korea, Kospi berakhir lebih tinggi 16,97 poin atau 0,86% pada 1.987,32.

Pasar China daratan, yaitu indeks Shanghai berakhir naik 0,11% atau 3,2169 poin pada 2.932,823, karena sebagian besar investor mengabaikan perlambatan sektor manufaktur China. Namun indeks Shenzhen tergelincir 0,178% atau 3,515 poin menjadi 1.970,724.

Reuters, pada Jumat (1/7/2016) mencatat indeks Jepang, Nikkei 225 ditutup naik 106,56 poin atau 0,68% di 15.682,48. Indeks Topix naik 0,7% menjadi 1.254,44 dan JPX-Indeks Nikkei 400 naik 0,6% menjadi 11.320,65.

Di bursa Indonesia, penurunan IHSG disebabkan sembilan sub sektor saham bergerak melemah, dengan tekanan utama dari sektor konsumer yang melemah 1,88%, dan manufaktur negatif 1,38%.

Sementara itu, total transaksi saham mencapai Rp5,17 triliun dari 5,39 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing sebesar Rp704 miliar, dengan aksi jual asing Rp1,72 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,42 triliun.

Sumber : Bloomberg

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.

Save