Bursa Saham Asia Naik, Dipimpin Ekuitas Jepang

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Saham Asia naik diikuti pelemahan yen setelah laporan pekerjaan AS yang kuat mengirim peningkatan sektor eksportir Jepang.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 % ke level 136,04 pada pukul 09:00 pagi waktu Tokyo. Indeks Topix Jepang menguat 1,1 % setelah data nonfarm payrolls menguat sebesar 255.000 pada bulan lalu, melebihi semua perkiraan yang disurvei oleh Bloomberg terhadap 89 ekonom. Yen melemah 0,3 % ke level 102,08 per dolar, setelah turun 0,6 % pada Jumat lalu karena permintaan untuk aset haven melemah.

Ekuitas Asia melanjutkan reli yang terhenti pada pekan lalu setelah langkah baru stimulus fiskal Jepang membuat kecewa investor. Indeks regional telah rebound sekitar 21 % dari level terendahnya di bulan Februari, tidak mempedulikan dampak dari pemilihan suara Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, seiring bank sentral melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut sedangkan data dari pasar tenaga kerja untuk penjualan ritel dan kepercayaan produksi industri mendorong perekonomian terbesar di dunia. (Bloomberg)

Bursa saham Asia dibuka lebih tinggi pada perdagangan awal pekan, dengan saham Jepang memimpin lonjakan tersebut. Selain itu laporan data pekerjaan di Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu juga menjadi pemicu.

Dilansir dari CNBC, Senin 8 Agustus 2016, indeks saham Nikkei 225 naik 1,93 persen. Di Australia, indeks saham ASX 200 naik 0,71 persen, bank-bank besar di negara tersebut naik masing-masing satu persen, dengan National Australia Bank naik 1,66 persen. Sementara indeks Kospi naik 0,58 persen.
Pertumbuhan ekonomi di AS mulai menunjukkan perbaikan, dengan dibukanya 255 ribu data pekerjaan pada Juli, naik dari ekspetasi ekonom yaitu 180 ribu.
Di pasar mata uang, yen Jepang relatif melemah terhadap dolar. Kelemahan dalam yen kemungkinan didorong eksportir utama di Jepang. Saham Toyota diperdagangkan naik 1,7 persen, Nissan lebih tinggi sebesar 1,6 persen dan Mazda Motor naik 3,71 persen.
“Laporan non-farm payrolls sangat juat pada Jumat dan membuat dolar AS melonjak terhadap semua mata uang utama,” kata Kathy Lien, direktur strategi valuta asing ?BK Asset Management dalam catatan akhir-Jumat.
Dalam berita perusahaan, DBS Group Singapura mengumumkan laba bersih untuk kuartal pertama turun enam persen sebesar 1,05 miliar dolar Singapura (US$778 juta). ( http://bisnis.news.viva.co.id )

RIFAN FINANCINDO