Bursa Saham Asia Kompak Menguat

7fbfcf95-efe6-4aa4-b492-0c3cb3bad4da_169RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia kompak dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/11/2020), seiring dengan menguatnya bursa saham acuan global, Wall Street yang ditutup menguat pada Senin (2/10/2020) waktu Amerika Serikat (AS).

Tercatat indeks Hang Seng di Hong Kong melesat 0,94%, Shanghai di China naik 0,46% STI Singapura naik 0,46% dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,68%.

Sedangkan, indeks Nikkei di Jepang hari ini tidak dibuka karena libur nasional memperingati hari kebudayaan (Hari Bunka no Hi).

Beralih ke barat, bursa saham AS (Wall Street) menguat tajam pada perdagangan Senin waktu setempat, setelah data menunjukkan sektor manufaktur negeri Paman Sam naik ke level tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Indeks Dow Jones meroket 1,63% ke 26.925,05, S&P 500 melesat 1,23% ke 3,310,24, dan Nasdaq menguat 0,42% ke 10.957,61.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI manufaktur di bulan Oktober melesat menjadi 59,3 dari 55,4 di bulan sebelumnya. PMI di bulan Oktober tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2018.

Rilis tersebut menunjukkan jika momentum pemulihan ekonomi di AS masih terakselerasi di kuartal IV-2020.

Pada Kamis pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari produk domestik bruto (PDB) tumbuh 33,1% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized).

PDB di kuartal III-2020 tersebut lebih tinggi dari prediksi Reuters sebesar 31,9% maupun Dow Jones sebesar 32%, dan membalikkan kontraksi (tumbuh negatif) 31,4% di kuartal II-2020 lalu.

Jika dilihat secara tahunan (year-on-year/YoY), PDB di kuartal III-2020 masih mengalami kontraksi 2,9%, meski lebih baik ketimbang 3 bulan sebelumnya minus 9%.

Selain itu, pelaku pasar sebenarnya juga menanti hasil pemilihan presiden (pilpres) di AS.

“Dunia secara umum masih memegang pola bahwa investor menunggu kepastian seputar pilpres AS,” tutur Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International. “Dunia sepertinya bakal jauh lebih terang dalam beberapa hari berkat pilpres, pembahasan stimulus di Washington, dukungan bank sentral lebih jauh.”

Sementara itu, hari ini di Korea Selatan telah dirilis data inflasi periode Oktober 2020. Berdasarkan data dari Tradingeconomics, inflasi Negeri Gingseng tersebut turun menjadi 0,1% secara tahunan (YoY).

Adapun secara bulanan (month-on-month/MoM), inflasi Korea Selatan juga turun menjadi -0,6% dari sebelumnya 0,7%.

 

Sumber : cnbcindonesia