Bursa Saham Asia Bergerak Hati-Hati

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia mulai berhati-hati pada Senin karena data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat dan didukung ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga di minggu ini serta harga minyak dunia jatuh. Adapun harga minyak dunia jatuh lantaran khawatir adanya kelebihan pasokan.

Mengutip Reuters, Senin 13 Maret 2017, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang. MIAPJ0000PUS bergerak datar, dengan penurunan di sumber daya. Sedangkan pergerakan saham Australia diimbangi dengan kenaikan teknologi. Jepang Nikkei N225 beringsut lebih rendah.

Sementara itu, gerak saham global mengalami kenaikan pada Jumat lalu, dengan indeks MSCI dari 46 pasar .MIWD00000PUS mendapatkan 0,5 persen, gertakan enam hari berturut-turut atas kerugian setelah laporan pekerjaan AS yang kuat.

“Pasar fokus ketika the Fed akan menaikkan suku bunga di waktu yang akan datang atau laju kenaikan suku bunga, sehingga nada Ketua the Fed Janet Yellen akan diawasi ketat,” ungkap Ahli Strategi Senior Sumitomo Mitsui Asset Management Masahiro Ichikawa.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) DoubleLine Capital Jeffrey Gundlach berharap Federal Reserve atau the Fed memulai untuk berkampanye pada bulan ini terkait rencana mengenai kenaikan suku bunga secara berurutan hingga ‘saat istirahat tiba’, seperti resesi Amerika Serikat (AS).

Gundlach, yang mengawasi lebih dari USD101 miliar di DoubleLine yang berbasis di Los Angeles, berpendapat bahwa data ekonomi AS sekarang ini mendukung untuk adanya kenaikan suku bunga segera pada pertemuan kebijakan the Fed berikutnya di 14-15 Maret. Kondisi itu perlu diterapkan dan diharapkan tidak seperti di 2015-2016.

“Keyakinan di the Fed telah benar-benar berubah banyak. The Fed telah mendapat banyak rasa hormat dengan pasar obligasi mendengarkan the Fed dan sekarang bahwa data ekonomi mendukung retorika keras dari pejabat the Fed,” kata Gundlach.

Penasihat Ekonomi Trump: Kami Menghormati Independensi The Fed

 

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Gary Cohn mengatakan bahwa Federal Reserve atau the Fed telah menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik dan administrasi Trump menghormati independensi tersebut. Bahkan, Pemerintahan Trump akan tetap menjunjung hal dimaksud walaupun bank sentral menaikkan suku bunga.

Cohn, yang merupakan Direktur Dewan Ekonomi Nasional, mengatakan kepada Fox News Sunday bahwa Pemerintahan Trump akan terus bekerja untuk menghilangkan hambatan atas penciptaan lapangan kerja dan tidak peduli apa yang the Fed lakukan pada pergerakan tingkat suku bunga.

“Federal Reserve adalah lembaga independen dan mereka bekerja seperti itu. Mereka memiliki data ekonomi mereka, yang mereka lihat dan mereka mencoba untuk selalu mengkaitkan peningkatan ekonomi dengan inflasi dan dengan tenaga kerja,” kata Cohn, seperti dikutip dari Reuters, Senin 13 Maret 2017.

Dalam hal ini, Cohn mendukung kebijakan yang diambil the Fed. Apalagi, sasaran dari kebijakan tersebut mendukung penguatan ekonomi yang berkualitas termasuk menciptakan sejumlah lapangan pekerjaan. Ujungnya diharapkan memberi efek positif bagi ekonomi dunia.

“Saya pikir Federal Reserve telah melakukan pekerjaan yang baik. The Fed akan melakukan apa yang harus mereka lakukan. Dan kami menghormati kekuasaan atau independensi the Fed,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden the Fed New York William Dudley, yang merupakan cabang dari bank sentral AS dan memiliki fungsi sebagai mata dan telinga di Wall Street pada umumnya menghabiskan beberapa jam merumuskan kebijakan dengan Ketua the Fed Jannet Yellen, memainkan peran kunci dalam merancang pesan dari kenaikan suku bunga di Maret.

Dudley memberikan pasar sebuah hentakan awal ketika ia mengatakan dalam sebuah perbincangan di televisi pekan lalu bahwa ‘roh-roh hewan telah dilepaskan’. Dudley juga mengatakan kasus untuk pengetatan kebijakan moneter telah menjadi jauh lebih menarik sejak Donald Trump menang dalam pemilihan presiden AS dan republik dikendalikan Kongres.

sumber : metrotvnews.com

PT RIFAN FINANCINDO