Bursa HK Menguat Dalam Seminggu

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Hong Kong naik tajam dalam seminggu di tengah meredanya kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve dan data yang menunjukkan rebound dalam ekonomi China.

Indeks Hang Seng naik 1,1 persen pada pukul 10:30 pagi, setelah turun tajam dalam tujuh bulan terakhir pada hari Senin. Industrial & Commercial Bank of China Ltd. meraup keuntungan bagi perusahaan keuangan setelah Credit Suisse Group AG menaikkan rating saham. Biro Statistik Nasional mengatakan produksi industri, investasi dan penjualan ritel China semuanya melebihi perkiraan ekonom pada bulan Agustus.

Produksi industri China naik 6,3 persen dari tahun sebelumnya pada bulan Agustus dan penjualan ritel naik 10,6 persen, sedangkan investasi aset tetap meningkat 8,1 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini. Laporan tersebut menambahkan data terbaru lainnya yang telah membantu menopang kepercayaan dalam perekonomian terbesar kedua di dunia. Keuntungan ekuitas pada hari Selasa terjadi setelah Gubernur The Fed, Lael Brainard mengatakan tidak ada alasan terburu-buru untuk menaikkan biaya pinjaman, yang memicu rebound dalam saham-saham AS.

Indeks Hang Seng naik ke 23,537.58, setelah sebelumnya naik sebanyak 1,6 persen, sedangkan indeks Hang Seng China Enterprises naik 1,1 persen. Indeks Shanghai Composite sedikit berubah, setelah menghentikan peregangan pergerakan penutupan selama 19-hari kurang dari 1 persen pada hari Senin. Probabilitas kenaikan suku bunga bulan September oleh the Fed telah turun menjadi 22 persen.

Perbankan dan Asuransi Memimpin Penurunan Bursa Jepang Terkait Outlook BOJ

Bursa saham Jepang turun, dipimpin oleh bank dan asuransi, karena investor memandang melewati kesempatan penurunan dari kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat terhadap pertemuan Bank of Japan pekan depan.

Indeks Topix memangkas kenaikan sebanyak 0,6 persen di pagi hari untuk memasuki istirahat tengah hari 0,2 persen lebih rendah. Indeks pelacakan produsen otomotif menghapus peningkatan sebelumnya sebesar 1 persen setelah yen mempertahankan keuntungan terhadap dolar. Dewan anggota Gubernur Federal Reserve Lael Brainard menyerukan kehati-hatian menjelang pengetatan kebijakan moneter saat berpidato pada hari Senin, membantu ekuitas AS rebound dari aksi jual terburuk sejak bulan Juni. Bank of Japan bertemu pekan depan dengan investor dibiarkan menebak terkait prospek untuk stimulus lebih lanjut setelah komentar dari Gubernur Haruhiko Kuroda pekan lalu.

Sementara meredanya harapan atas kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat kemungkinan akan mendukung pasar ekuitas global, dampak pada ekuitas Jepang bisa menjadi rumit oleh pergerakan yen, menurut analis. Yen memperpanjang keuntungan terhadap dolar pada hari Selasa di Asia setelah naik 0,8 persen pada hari Senin.

Sumber : Bloomberg