Bursa Global Tenang, IHSG Diprediksi Menghijau

ihsgRIFANFINANCINDO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada hari ini, Rabu (12/9), didukung oleh beberapa sentimen positif dari sisi makro global dan masih meningkatnya minat beli pelaku pasar.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyebut, harapan akan kenaikan lanjutan dari akhir pekan kemarin masih dapat terwujud di awal pekan ini. Pelaku pasar masih kembali melakukan aksi belinya.

“Kali ini secara tidak terduga, kenaikan IHSG banyak ditopang oleh saham-saham properti terutama dari sub bidang konstruksi yang banyak mengalami kenaikan,” jelasnya membahas perdagangan sebelumnya, dikutip dari riset, Selasa (12/9).

Ia menilai estimasi membaiknya sentimen di kuartal ketiga ini memberikan angin segar pada pergerakan saham-saham konstruksi.

Di sisi lain, sentimen positif juga datang dari menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) usai Malaysian Palm Oil Board (MPOB) melaporkan produksi minyak sawit Malaysia bulan Agustus turun 0,9 persen dibandingkan Juli, menjadi 1,81 juta ton.

“Kenaikan CPO yang juga ditopang melemahnya ringgit terhadap dolar AS dimanfaatkan pelaku pasar untuk juga masuk ke saham-saham CPO sehingga berimbas pada kenaikan saham-saham tersebut. Menguatnya rupiah yang juga dibarengi dengan menghijaunya bursa saham Asia turut menyokong kenaikan IHSG,” katanya.

Kali ini, ia menilai pergerakan rupiah yang kembali menguat dan ditopang oleh beberapa sentimen positif dari sisi makro global diharapkan masih dapat terjaga sehingga mampu mempertahankan kenaikan pada IHSG. Hal ini ditambah lagi dengan masih meningkatnya minat beli pelaku pasar.

“Tren ini diperkirakan dapat berlanjut seiring dengan mulai meredanya kekhawatiran pada kondisi global. Namun demikian, tetap cermati berbagai sentimen dan antisipasi sentimen yang dapat membuat arah IHSG kembali bervariatif melemah,” ujar Reza.

Reza menyatakan level support pertama dan kedua IHSG akan berada pada 5.858 dan 5.845. Sementara itu, level resistance pertama dan kedua berada pada 5.884 dan 5.897.

Senada, David Sutyanto, Kepala Riset First Asia Capital mengatakan rendahnya risiko pasar saham global dan kawasan serta penguatan sejumlah harga komoditas menjadi katalis pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.

“IHSG diperkirakan melanjutkan tren penguatannya menguji kembali resistance di 5.915 dengan support saat ini di 5.830 hingga 5.850,” ujarnya.

Dari dalam negeri, ia menilai sentimen positif berasal dari disepakatinya sejumlah asumsi makro ekonomi antara DPR dan pemerintah untuk tahun depan, seperti pertumbuhan ekonomi 2018 yang disepakati 5,4 persen dan target inflasi 3,5 persen.

( cnnindonesia.com )