Bursa Eropa Dan Asia Pasifik Menguat

RIFANFINANCINDO – Ekuitas sedikit lebih tinggi di Asia dan Eropa sebagai berita positif pendapatan dari beberapa perusahaan terbesar di dunia dimentahkan kekhawatiran ekonomi global kehilangan uap. Dolar menguat sementara emas mundur.

Indeks Eropa, Stoxx 600 naik 0,3 persen pada 08:27 waktu London, setelah jatuh 0,4 persen pada sesi terakhir. SAP SE naik 2,8 persen setelah pembuat software ini melaporkan laba yang mereka capai melampaui estimasi analis. Nordea Bank AB naik 1 persen setelah bank terbesar di Skandinavia ini merilis kinerja keuangan mereka.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,1 persen, setelah sebelumnya jatuh sebanyak 0,4 persen. MSCI Hong Kong Index naik 0,8 persen dan sekarang telah kembali pulih lebih dari 20 persen dari level terendah tiga tahun mereka yang tercatat pada Januari.

Harga saham Anglo American Plc tenggelam 3,1 persen setelah perusahaan ini menurunkan target produksi tembaga setahun penuh yang mencerminkan dampak cuaca musim dingin yang parah pada operasi di wilayah pertambangan Chile. BHP Billiton Ltd turun 2,9 persen di Sydney setelah perusahaan tambang terbesar dunia ini mengatakan produksi bijih besinya turun 7 persen dari tahun sebelumnya selama kuartal terakhir.

Goldman Sachs Group Inc dan Microsoft Corp pada Selasa mengumumkan laba kuartalan yang melampaui estimasi analis. Sampai saat ini, sebanyak 77 persen dari jumlah perusahaan anggota S & P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangannya.

Mata Uang

Lira 0,2 persen lebih kuat di 3,0355 per dolar, setelah tenggelamnya sebelumnya sebanyak 0,7 persen. Nilai tukar mata uang Turki ini telah jatuh sekitar 5 persen sejak upaya kudeta yang gagal pada hari Jumat lalu.

The Bloomberg Spot Indeks Dollar naik 0,1 persen, telah maju 0,5 persen selama enam pekan di sesi terakhir setelah laporan menunjukkan konstruksi rumah baru di AS untuk bulan Juni, naik lebih dari perkiraan ekonom.

Won Korea Selatan melemah 0,4 persen terhadap dolar AS, kerugian terbesar di antara 16 mata uang utama. Rand Afrika Selatan adalah satu-satunya pemenang dalam kelompok 16 mata uang ini, naik 0,3 persen. Sementara itu, yuan melonjak sebanyak 0,28 persen menjadi 6,6780 per dolar.

Komoditas

Minyak mentah turun 0,3 persen menjadi $ 44,52 per barel di New York, setelah meluncur 2,8 persen selama dua hari perdagangan terakhir. Sementara data pemerintah AS pada hari Rabu ini diperkirakan akan menunjukkan persediaan turun untuk minggu kesembilan, stok masih akan lebih dari 100 juta barel di atas lima tahun rata-rata musiman.

Nikel turun sebanyak 1,7 persen di London, mundur dari penutupan tertinggi sejak Oktober. Copper kehilangan 0,7 persen. Barclays Plc meramalkan akan ada surplus logam di seluruh dunia, setiap tahunnya sampai 2020.

Sumber : http://vibiznews.com