Bursa China Mengalami Penurunan Terbesar Sejak Gejolak di Bulan Januari

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Bursa saham China membukukan penurunan mingguan terbesar dalam hampir tiga bulan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa membaiknya data ekonomi akan mencegah stimulus lebih lanjut dan default perusahaan akan meningkat.

Indeks Shanghai Composite telah turun 3.9 persen dalam minggu ini, terbesar di antara indeks global, perusahaan teknologi dan industri serba kerugian. Indeks tersebut sedikit berubah pada hari Jumat, karena pelemahan produsen komoditas dimentahkan keuntungan dalam saham konsumen.

Penurunan hari Rabu sebanyak 4,5 persen dengan indeks Shanghai Composite mengusik ketenangan di pasar saham China yang telah berlaku sejak pihak berwenang berhasil mengakhiri kegaduhan sebesar 23 persen pada bulan Januari. Indeks volatilitas telah naik dari level terendah tahun ini karena omset mengalami rebound. Bank sentral China mengisyartakan kurangnya keinginan untuk menambah stimulus moneter berikut bukti percepatan dalam pertumbuhan.

Indeks Shanghai ditutup di 2,959.24. Indeks Hang Seng China Enterprises turun 1,5 persen pada pukul 15:46 sore waktu setempat, dengan China Communications Construction Co. memimpin penurunan. Indeks Hang Seng turun 0,9 persen, memangkas keuntungan mingguan menjadi 0,6 persen.(frk)

Sumber: Bloomberg