Bursa Asia Naik Imbas Data Ekonomi AS

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa Asia melonjak ke level tertinggi dalam satu tahun pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal itu seiring data aktivitas sektor jasa Amerika Serikat (AS) mengalami ?penurunan.

Katalis itu membuat spekulasi kalau peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau the Federal Reserve tipis pada awal bulan ini. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,4 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei turun 1 persen seiring yen menguat tajam terhadap dolar AS. Sedangkan indeks saham Australia, Selandia Baru dan Korea Selatan masing-masing naik 0,2 persen.

Rilis data ekonomi AS memicu laju bursa Asia. Data indeks aktivitas non manufaktur jatuh ke 51,4, dan itu termasuk level terendah sejak Februari 2010. Sedangkan bulan kemarin, indeks aktivitas non manufaktur itu berada di level 55,5.

Mengingat kondisi sektor jasa melambat daripada manufaktur dinilai menjadi pukulan bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga secepat mungkin. “The Fed sekarang akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini,” ujar Shuji Shirota, Ekonom HSBC, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (7/9/2016).

Sebelumnya komentar pejabat bank sentral AS pada pekan lalu cenderung agresif. Ada rencana untuk merubah suku bunga secepat mungkin. Namun investor melihat kalau hal itu belum akan terjadi mengingat laporan pembukaan tenaga kerja dan gaji lebih lemah dari perkiraan pelaku pasar.

“Pernyataan pejabat the Fed mungkin dimaksudkan untuk memperingatkan tentang kemungkinan kenaikan suku bunga,” tambah Shirota.

Di pasar komoditas, harga emas reli ke level paling tinggi dalam tiga minggu. Harga emas ke level US$ 1.352,4 per ounce. Sedangkan harga minyak mengalami perubahan. Harga minyak jenis Brent ke level US$ 47,24 per barel. (http://bisnis.liputan6.com/)

Spekulasi Bahwa Fed Rate Akan Tetap Rendah Angkat Bursa Asia

Bursa saham Asia termasuk Jepang menguat setelah data yang lemah pada layanan industri AS mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga rendah lebih lama. Saham-saham Tokyo turun karena yen menguat.

Indeks MSCI Asia Pacific Tidak termasuk Indeks Jepang naik 0,4 persen menjadi 458,02 pada pukul 09:13 pagi di Tokyo. Saham-saham AS menguat, dengan indeks Nasdaq Composite naik menuju rekor, karena peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini turun menjadi 24 persen dari 32 pada minggu lalu, setelah sebuah laporan menunjukkan indeks layanan utama jatuh ke posisi terendah enam tahun. Prospek suku bunga AS tetap lebih rendah untuk waktu yang lebih lama membebani dolar terhadap yen, dan indeks Topix Jepang merosot 0,8 persen.

Indeks non-manufaktur Institute for Supply Management merosot ke 51,4, terendah sejak Februari 2010, memunculkan pertanyaan tentang kekuatan ekonomi AS menjelang pertemuan The Fed akhir bulan ini. Laporan ini adalah yang terbaru dalam serangkaian data lemah yang tak terduga untuk bulan Agustus, termasuk kontraksi di bidang manufaktur dan perlambatan dalam perekrutan pekerja.(Bloomberg)

 

PT RIFAN FINANCINDO